Senin, 20 April 2026

Pembangunan Surabaya Regional Railway Line Mulai 2028

Laporan oleh Meilita Elaine
Bagikan
Denny Michels Adlan Kepala BTP Kelas I Surabaya DJKA saat menunjukkan timeline proyek pembangunan SRRL, Senin (20/4/2026). Foto: Meilita Elaine suarasurabaya.net

Proyek Surabaya Regional Railway Line (SRRL) diproyeksikan mulai memasuki tahap konstruksi fisik pada 2028.

Denny Michels Adlan Kepala BTP Kelas I Surabaya DJKA menyebut, progres saat ini mencapai tahap Detail Engineering Design (DED) oleh konsultan dari Jepang, yakni Chodai Co. Ltd.

“Nah, ini adalah tahap awal mereka langsung melihat ke lapangan, mengidentifikasikan kondisi di lapangan seperti apa,” katanya saat ditemui pada Senin (20/4/2026).

Menurut Denny, sejak kick off meeting yang digelar bulan lalu, sejumlah instansi terkait di tingkat Kota Surabaya hingga Pemerintah Provinsi Jawa Timur telah melakukan koordinasi lintas sektor.

Hal ini dilakukan untuk memastikan kesiapan pelaksanaan proyek yang juga didukung oleh lembaga pembiayaan asal Jerman, KfW Development Bank.

Ia menyebutkan bahwa jika seluruh tahapan berjalan sesuai rencana, maka peletakan batu pertama atau groundbreaking ditargetkan dapat dilakukan pada akhir tahun 2027.

“Ya, diupayakan akhir tahun depan itu bisa dilaksanakan (ground breaking),” ungkapnya.

Berdasarkan kontrak kerja sama KfW dan Chodai, kata Denny, tertuang timeline pembangunan fisik SRRL mulai 2028-2031.

“Mulai fisiknya 2028, prosesnya 2,5 tahun, perjanjiannya sampai 2031,” ucapnya.

Dalam proses realisasi pembangunan SRRL ini, katanya, DJKA berkoordinasi dengan pemerintah daerah jika ada beberapa wilayah tempat tinggal penduduk yang harus ditertibkan karena berada di bantaran rel kereta.

“Kita pun juga bisa berkoordinasi dengan Pemerintah Provinsi Jawa Timur khususnya mungkin Kota Surabaya manakala nanti perlu ada penertiban lahan ataupun juga pembebasan yang mana ini kan tidak mudah, harus perlu dilakukan sosialisasi,” bebernya.

Penertiban itu menurutnya mempertimbangkan keselamatan, di mana ruang milik jalan harus steril.

“Di Pasar Turi beberapa kali kita mendampingi dari KfW, mereka melihat itu memang di Pasar Turi itu juga kita lihat antara rel sama bangunan dekat sekali ya. Itu bisa ya mungkin cuma beda paling jauh 2 meter ya saya lihat,” bebernya.

Kunjungan hari ini dihadiri oleh Dirk Schneider sebagai Senior Technical Adviser KfW.

Kedatangannya hari ini juga meninjau rencana 2 flyover yang akan satu paket pengerjaan dengan SRRL, Flyover Bung Tomo Ngagel dan Flyover Ambengan.

Diketahui, SRRL adalah proyek kerja sama antara Kementerian Perhubungan dengan KfW yang meliputi pembangunan jalur ganda dan elektrifikasi untuk transportasi massal berbasis rel di wilayah Surabaya dan sekitarnya.

Saat ini, SRRL Fase I-A yang menghubungkan antara Stasiun Surabaya Gubeng dengan Sidoarjo sedang memasuki tahap pengerjaan DED oleh Chodai. SRRL Fase I-A ini ditargetkan dapat beroperasi penuh pada tahun 2030 mendatang. (lta/saf/ipg)

Berita Terkait

Potret NetterSelengkapnya

Perbaikan Pipa PDAM Bocor di Jemursari

Kebakaran Rusunawa Sombo Surabaya

Kebakaran Rumah di Pengampon Surabaya

Surabaya
Senin, 20 April 2026
27o
Kurs