Kehadiran Menteri Koordinator Bidang Pangan menegaskan pemerintah terus mengupayakan swasembada pangan yang berkelanjutan.
Zulkifli Hasan atau Zulhas Menteri Koordinator Bidang Pangan mengatakan, Prabowo Subianto Presiden telah menegaskan, persoalan pangan adalah isu paling mendasar bagi sebuah negara.
“Di tengah meningkatnya ancaman krisis pangan global, Indonesia kini berada pada posisi yang semakin kuat dalam menjaga ketahanan pangan nasional. Surplus pupuk nasional telah mendapat perhatian dunia internasional,” kata Zulhas di Gorontalo, Kamis (25/6/2026).
Zulhas menekankan, keberhasilan sektor pertanian harus tetap berpihak kepada petani. Peningkatan produksi dan ekspor tidak boleh mengabaikan kesejahteraan petani sebagai pelaku utama pembangunan pangan nasional.
“Kesejahteraan petani menunjukkan tren positif yang tercermin dari Nilai Tukar Petani (NTP) yang mencapai 127 atau menjadi yang tertinggi dalam 34 tahun terakhir. Pertumbuhan ekonomi sektor pertanian juga tercatat sebesar 5,74 persen, tertinggi dalam 25 tahun terakhir,” katanya.
Selain itu nilai ekspor sektor pertanian meningkat hingga Rp166 triliun, sementara impor menurun sebesar Rp41 triliun. Hal itu diperkirakan memberikan manfaat ekonomi hingga Rp200 triliun bagi petani Indonesia.
Kementerian Koordinator Bidang Pangan terus mendorong kebijakan pangan dari hulu hingga hilir melalui koordinasi lintas kementerian dan lembaga guna menjaga ketahanan pangan nasional, memperkuat hilirisasi komoditas strategis, serta meningkatkan kesejahteraan petani dan nelayan.
Sebelumnya, Andi Amran Sulaiman Menteri Pertanian (Mentan) menyebut, Pemerintah Indonesia mampu melakukan ekspor pupuk ke luar negeri di tengah melambungnya harga komoditas tersebut hingga 35 persen imbas lumpuhnya rantai pasok.
Fluktuasi harga tersebut dipengaruhi konflik di Timur Tengah mulai Februari 2026 yang menyebabkan penutupan Selat Hormuz, jalur laut yang dilalui sekitar sepertiga kapal perdagangan pupuk dunia.
Pada saat yang sama, China menghentikan ekspor pupuk nitrogen utama. Imbasnya, harga urea global melonjak lebih dari 40 persen dalam hitungan pekan.
Amran menyatakan, Pemerintah Indonesia sudah meneken perjanjian ekspor pupuk ke negara Australia dan India dengan jumlah mencapai sekitar 500 ribu ton pupuk urea.
Dengan kemampuan Pemerintah yang mampu melakukan ekspor pupuk di tengah gangguan stabilitas global, Amran menyebut Indonesia aman dari guncangan rantai pasok.(lea/lta/ipg)
NOW ON AIR SSFM 100

