Senin, 8 Juni 2026

Pemkab Jember dan Pemerintah Pusat Perkuat Sektor Pertanian untuk Dukung Ketahanan Pangan Nasional

Laporan oleh Muhammad Syafaruddin
Bagikan
Muhammad Fawait Bupati Jember hadir dalam kegiatan Pro Gus’e Update di halaman Dinas Tanaman Pangan, Hortikultura, dan Perkebunan (DTPHP) Kabupaten Jember, Sabtu (6/6/2026). Foto: Diskominfo Jember

Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Jember bersama pemerintah pusat terus menunjukkan komitmennya dalam memperkuat sektor pertanian melalui berbagai program strategis yang menyasar peningkatan produksi pangan, kesejahteraan petani, dan ketahanan pangan nasional.

Komitmen tersebut ditegaskan Muhammad Fawait Bupati Jember saat kegiatan Pro Gus’e Update di halaman Dinas Tanaman Pangan, Hortikultura, dan Perkebunan (DTPHP) Kabupaten Jember, Sabtu (6/6/2026).

Dalam kesempatan tersebut, Pemkab Jember juga menyerahkan sejumlah bantuan kepada kelompok tani, di antaranya bantuan Combine Harvester untuk Kelompok Tani Dewi Sri Desa Jombang Kecamatan Jombang, bantuan Optimalisasi Lahan (Oplah) 2026 untuk Kelompok Tani Moro Seneng Desa Sidodadi Kecamatan Tempurejo, bantuan Irigasi Perpompaan (Irpom) 2026 untuk Kelompok Tani Gemah Ripah Desa Sukorejo Kecamatan Bangsalsari, serta bantuan Rehabilitasi Jaringan Irigasi Tersier (RJIT) untuk Kelompok Tani Sri Murni 1 Desa Panduman Kecamatan Jelbuk.

Muhammad Fawait Bupati Jember memberikan bantuan Irigasi Perpompaan (Irpom) 2026 untuk Kelompok Tani Gemah Ripah Desa Sukorejo Kecamatan Bangsalsari di halaman Dinas Tanaman Pangan, Hortikultura, dan Perkebunan (DTPHP) Jember pada Sabtu (6/6/2026). Foto: Diskominfo Jember

Gus Fawait menegaskan bahwa berbagai bantuan tersebut merupakan bagian dari perhatian besar pemerintah terhadap sektor pertanian yang saat ini menjadi salah satu prioritas pembangunan nasional.

“Kalau dinominalkan, seluruh program yang diberikan pemerintah pusat dan Pemerintah Kabupaten Jember selama tahun 2025 dan 2026 mencapai kurang lebih Rp312 miliar. Ini merupakan perhatian yang sangat besar terhadap sektor pertanian,” ujarnya.

Menurutnya, perhatian tersebut menjadi sangat penting di tengah kondisi ekonomi global yang masih penuh ketidakpastian. Ketahanan pangan yang kuat dinilai mampu meminimalkan dampak gejolak ekonomi dunia, terutama terhadap kebutuhan dasar masyarakat.

“Dengan kondisi ekonomi global yang tidak baik-baik saja, kita bersyukur pemerintah pusat memprioritaskan sektor ketahanan pangan. Ketahanan pangan yang kuat membuat dampak gejolak ekonomi dunia bisa diminimalkan, terutama yang berkaitan dengan kebutuhan dasar masyarakat,” ucap Gus Fawait.

Muhammad Fawait Bupati Jember memberikan bantuan Optimalisasi Lahan (Oplah) 2026 untuk Kelompok Tani Moro Seneng Desa Sidodadi Kecamatan Tempurejo di halaman Dinas Tanaman Pangan, Hortikultura, dan Perkebunan (DTPHP) Jember pada Sabtu (6/6/2026). Foto: Diskominfo Jember

Ia menambahkan, komitmen pemerintah dalam membangun sektor pertanian tidak hanya diwujudkan melalui bantuan sarana produksi dan alsintan (alat dan mesin pertanian), tetapi juga melalui pembangunan infrastruktur pertanian, rehabilitasi jaringan irigasi, bantuan pupuk, benih, hingga program peningkatan produktivitas lahan.

Menurut Gus Fawait, sinergi antara pemerintah pusat dan daerah juga diperkuat oleh dukungan TNI, Polri, serta berbagai lembaga vertikal lainnya dalam mengawal program ketahanan pangan agar berjalan optimal.

“Jangan sampai setiap tahun kita bantu tetapi tidak termanfaatkan dengan baik. Saya yakin dengan cara seperti ini bantuan bisa dimanfaatkan sebaik mungkin dan bisa kita awasi bersama-sama,” tegasnya. (saf/ipg)

Berita Terkait


Potret NetterSelengkapnya

Mobil Masuk Saluran Air

Perjalanan Menuju Arafah

Gerbang King Abdulaziz Masjidil Haram

Abraj Al Bait, Makkah Royal Clock Tower

Surabaya
Senin, 8 Juni 2026
27o
Kurs