“Jadi ada, ada yang meninggal, terus dan sebagainya kita klaimkan ke BPJS ketenagakerjaan, dan Alhamdulillah tidak hanya mendapat santunan kematian tapi juga mendapat beasiswa untuk anaknya sampai perguruan tinggi,” ungkapnya.
Berdasarkan data yang diterima Pemkot dari sejumlah operator ojek online, terdapat sekitar 20 ribu hingga 22 ribu driver ojol di Surabaya. Dari angka itu, 1.008 orang di antaranya merupakan pengemudi perempuan yang telah terdata secara by name by address.
Menurut Hebi, perlindungan tersebut penting karena banyak pengemudi ojol menjadi kepala keluarga dan sumber utama pendapatan rumah tangga. Kehilangan penghasilan secara tiba-tiba dikhawatirkan membuat keluarga mereka masuk dalam kelompok miskin.
“Itu yang paling utama, sehingga untuk apa kita intervensi ini, supaya yang sebagai kepala keluarga kalau meninggal dan sebagainya, tidak ada kemiskinan baru di sana. Ini yang utama. Jadi pemikiran kita bahwa kita ikutkan BPJS Ketenagakerjaan untuk mengurangi risiko ada kemiskinan baru,” ujarnya. (bil/ipg)
NOW ON AIR SSFM 100

