Pemerintah Kota Surabaya mencatat ada 1.008 pengemudi ojek online (ojol) perempuan yang beroperasi di Kota Pahlawan. Jumlah itu merupakan bagian dari sekitar 21.000-22.000 ojol roda dua yang telah terdata di Surabaya.
Agus Hebi Djuniantoro Kepala Dinas Perindustrian dan Tenaga Kerja (Disperinaker) Kota Surabaya mengatakan, pekerjaan sebagai pengemudi ojol punya risiko besar, apalagi bagi perempuan karena aktivitas mereka banyak dilakukan di jalan.
“(Jumlah) ojol yang saya terima dari operator-operator itu datanya ada sekitar 20-an ribu lah, 21.000-22.000. Roda dua memang di jalan itu, pekerjaan ini mengandung risiko yang besar,” kata Hebi saat mengisi program talkshow Semanggi Suroboyo di Radio Suara Surabaya, Jumat (31/7/2026).

Karenanya, untuk meminimalisir risiko itu, pemkot menyiapkan sejumlah program pemberdayaan bagi ojol perempuan. Mereka diarahkan agar punya pekerjaan alternatif dan dapat mengurangi waktu beraktivitas di jalan.
NOW ON AIR SSFM 100

