Di sisi lain, BMKG juga menyiapkan sistem informasi sebagai bagian dari peringatan dini panas ekstrem di Surabaya. Oky Sukma Hakim Prakirawan Cuaca Stasiun Meteorologi Kelas I Juanda Sidoarjo mengatakan, kondisi panas saat ini tidak terlepas dari musim kemarau yang disertai fenomena El Nino sejak Juni 2026.
“Kalau kondisinya saat ini, kita sedang di masa kemarau disertai El Nino dengan intensitas sangat kuat. El Nino ini membuat atmosfer kita di Indonesia lebih kering sehingga kemarau berkepanjangan dan berdampak pada suhu udara yang meningkat daripada biasanya,” kata Oky.
Selain kemarau dan El Nino, Oky menyebut fenomena kulminasi utama juga akan terjadi pada Oktober. Fenomena ini berkaitan dengan pergerakan semu tahunan matahari.
Menurutnya, matahari yang bergerak dari 23,5 derajat lintang utara menuju 23,5 derajat lintang selatan akan berada tepat di atas Surabaya sekitar 12 Oktober 2026. Dampaknya, paparan matahari pada siang hari berpotensi terasa lebih terik, terutama saat tidak ada tutupan awan.
Oky mengatakan awal musim hujan di Jawa Timur diperkirakan datang bertahap. Sebagian wilayah diprediksi memasuki musim hujan pada November, sedangkan sebagian lainnya baru pada awal Desember. “Kita berharap pancaroba ini suhu udara mulai menurun,” katanya. (lta/bil/faz)
NOW ON AIR SSFM 100

