Selasa, 5 Mei 2026

Pemkot Surabaya Target Banjir di Kawasan Selatan Tuntas 2026

Laporan oleh Meilita Elaine
Bagikan
Eri Cahyadi Wali Kota Surabaya memberikan instruksi terkait penanganan banjir wilayah Ketintang-Margorejo di Rumah Pompa Margorejo, Selasa (28/4/2026). Foto: Akira suarasurabaya.net

Pemerintah Kota (Pemkot) Surabaya menargetkan banjir di sejumlah titik rawan wilayah selatan tuntas 2026. Eri Cahyadi Wali Kota Surabaya menyebut penanganan banjir itu merupakan program prioritas pemkot.

“Ini adalah pembangunan yang akan dilakukan di tahun 2026. Karena itu nanti target di tahun 2026 tidak ada lagi banjir,” ujarnya, Selasa (5/5/2026).

Pemkot Surabaya rencananya akan membangun rumah pompa baru di beberapa titik, Panjang Jiwo dan Medokan Semampir atau depan Gereja Bethany Nginden yang selama ini terdampak banjir.

“Jadi nanti kita akan bangun rumah pompa baru di Panjang Jiwo depan SPBU, satu di depannya Gereja Bethany Nginden. Karena setiap tahun (depan) Gereja Bethany, Nginden itu banjir. Jadi kita nanti akan bangun di sana di tahun ini,” ujarnya.

Beberapa titik rawan lain yang dipastikan tidak lagi banjir yaitu Rumah Pompa Ahmad Yani, Jalan Gayungsari Barat, Rumah Pompa Nanggala di Dukuh Menanggal, Jalan Raya Jemursari, Jalan Raya Kendangsari, dan Jalan Raya Tenggilis Mejoyo.

“InsyaAllah bulan November, kalaupun terjadi hujan, maka titik-titik yang kita datangi tadi tidak terjadi lagi genangan di sana. Jadi jangka pendeknya dikerjakan tahun ini. Karena nanti tahun depan tidak boleh lagi (banjir) ada wilayah di sini. Kita pindah (tangani) wilayah lain,” katanya.

Untuk kawasan Menanggal dan Gayung Kebonsari, Pemkot Surabaya akan menyesuaikan metode pembangunan dengan kondisi saluran.

“Kalau box culvert nanti uangnya enggak cukup, maka kita menggunakan CCSP, tahun depannya baru kita lakukan box culvert. Tapi pendalamannya (pengerukan) dilakukan tahun ini juga untuk (mengatur) elevasinya,” jelasnya.

Sementara di lokasi lain seperti saluran di Jalan Tenggilis Mejoyo atau depan Apartemen Metropolis menuju Panjang Jiwo, pelebaran tidak memungkinkan karena terhalang jaringan SUTET (Saluran Udara Tegangan Ekstra Tinggi).

“Seperti yang di (depan) Apartemen Metropolis menuju ke Panjang Jiwo, itu (pembangunan) saluran tidak bisa dilakukan, pembesaran (saluran) juga tidak bisa dilakukan karena di bawahnya ada SUTET. Makanya kita buat storage di jalan,” kata dia.

Selama ini sebagian besar saluran di Surabaya berfungsi sebagai irigasi yang tak lagi cukup menampung debit air hujan akibat padatnya bangunan dan berkurangnya resapan.

“Fungsi storage itu adalah untuk pembagian air. Jadi kalau dilihat, ketika ada saluran, air itu kan menuju ke sungai besar (seperti) ke Kali Jagir, Kali Surabaya, atau ke rumah pompa,” paparnya.

Menurutnya pembangunan storage air menjadi solusi yang lebih efisien dibanding pembebasan lahan dan pembangunan saluran baru yang biayanya jauh lebih besar.

“Ketika tidak bisa dibangun, maka kita buat storage baru yang ada di jalan,” imbuhnya.

Ia juga menegaskan, seluruh pekerjaan storage akan disesuaikan dengan kemampuan saluran yang ada.

“Jadi kita akan lihat, kalau saluran irigasi ini menampung, dan bisa didalamkan, maka kita dalamkan. Tapi kalau ternyata saluran irigasi tidak menampung, tidak bisa didalamkan (dikeruk), maka untuk mengurangi beban di saluran irigasi, kita buat storage yang ada di jalan untuk kita potong,” tuturnya.

Menurutnya, faktor genangan lebih parah karena perubahan fungsi lahan di Surabaya. Hampir seluruh aliran air hujan langsung masuk ke saluran irigasi karena resapan air semakin berkurang akibat padatnya permukiman.

“Jadi dulu Surabaya (bangunan masih) sepi, semua aliran air dimasukkan ke irigasi. Jadi ketika semua resapan itu (saat ini) habis dengan rumah, maka tidak ada resapan air, langsung masuk ke irigasi semua air hujan,” bebernya.

Selain itu pemkot juga fokus penguatan konektivitas dan elevasi jaringan saluran karena bekhm terintegrasinya sistem airan air antar wilayah bisa mengakibatkan banjir.

“Jadi hari ini kita meng-connectkan, mengoreksi, bagaimana satu area itu ter-connect dengan area lainnya,” ujarnya. (lta/ipg)

Berita Terkait


Potret NetterSelengkapnya

Kebakaran Gudang di Jalan Jawar Surabaya

Perbaikan Pipa PDAM Bocor di Jemursari

Kebakaran Rusunawa Sombo Surabaya

Kebakaran Rumah di Pengampon Surabaya

Surabaya
Selasa, 5 Mei 2026
32o
Kurs