Produksi tersebut kemudian dipasarkan dan berkontribusi terhadap PAD Provinsi Jawa Timur sekitar Rp 1 miliar per tahun. Kontribusi tersebut juga berasal dari Agrowisata ternak, benih rumput dan produk hilirisasi susu berupa keju, susu pasturisasi dan stik keju.
Menurut Khofifah, capaian ini menjadi bukti bahwa pengelolaan aset dan fasilitas peternakan Pemprov Jatim dapat dikembangkan sebagai penguatan sektor peternakan sekaligus memberikan manfaat ekonomi secara berkelanjutan.
Dia berharap kapasitas populasi sapi perah di UPT PT dan HMT Batu dapat terus ditingkatkan. Pengembangan populasi tersebut diharapkan sejalan dengan peningkatan produktivitas dan kualitas bibit.
“Mudah-mudahan kita bisa meluaskan dari 130 menjadi 200 ekor yang ada di UPT Kota Batu ini karena areanya cukup luas,” ucapnya. (wld/fia/ipg)

NOW ON AIR SSFM 100

