Kamis, 20 Agustus 2026

Pemprov Jatim Kembali Kirim 64 Ton Bantuan untuk Korban Gempa NTT

Laporan oleh Wildan Pratama
Bagikan
Khofifah Indar Parawansa Gubernur Jawa Timur saat meninjau truk pengangkut bantuan logistik untuk dikirim ke Labuan Bajo, NTT, Kamis (20/8/2026) di Pelabuhan Tanjung Perak, Surabaya. Foto: Wildan suarasurabaya.net

Pemerintah Provinsi Jawa Timur kembali mengirimkan bantuan kemanusiaan bagi korban gempa di Nusa Tenggara Timur (NTT) dengan total 64 ton.

Bantuan logistik tersebut dikirim menggunakan sejumlah truk melalui Pelabuhan Tanjung Perak Surabaya pada Kamis (20/8/2026) malam.

Sebelumnya, Pemprov Jatim mengirimkan bantuan bertahap sejak 16 Agustus 2026. Pada hari itu, sebanyak tujuh personel advance BPBD dikirim untuk membantu proses evakuasi di lokasi bencana.

Selanjutnya, pada 17 Agustus 2026 dini hari, Pemprov mengirim bantuan logistik awal dengan total 8,4 ton serta enam dokter menuju Ende, NTT.

Khofifah Indar Parawansa Gubernur Jawa Timur mengatakan, pengiriman tahap kedua ini menuju ke Labuan Bajo yang menjadi salah satu daerah dengan dampak gempa cukup signifikan.

“Yang terdampak berat ini kan yang dekat dengan Labuan Bajo, kebetulan kapal malam ini akan menuju Labuan Bajo dan insyaallah yang sudah terkumpul sekitar 64 ton hari ini,” ujar Khofifah ditemui di Pelabuhan Tanjung Perak Surabaya.

Bantuan yang dikirim hari ini meliputi obat-obatan, makanan siap konsumsi, pakaian, perlengkapan anak-anak dan perempuan, hingga perlengkapan mandi.

Jenis obat yang dibawa juga disesuaikan dengan hasil identifikasi kebutuhan yang dilakukan tim medis Jawa Timur sesudah tiba di NTT.

Selain itu, Khofifah memastikan sebanyak 14 rumah sakit di bawah koordinasi Pemprov Jatim telah berkomitmen mengirim tenaga kesehatan, tenaga medis, paramedis, serta tambahan obat-obatan.

Selain itu, Pemprov Jatim masih mengkaji rencana mendirikan dapur umum lapangan maupun tambahan relawan. Nantinya pengiriman personel bakal disesuaikan dengan kebutuhan di lapangan supaya tidak menambah beban koordinasi di daerah terdampak.

“Kita tidak boleh menambahkan beban yang daerah itu pada dasarnya sudah memiliki tim yang sudah ada. Kita ingin menjadi supporting team dan supporting system,” jelasnya.

Untuk diketahui, bantuan kemanusiaan tersebut berasal dari 64 lembaga, mulai dari BUMD, dana CSR berbagai perusahaan, organisasi perangkat daerah (OPD), hingga BLUD rumah sakit di lingkungan Pemprov Jatim.

“Kita berharap saudara kita yang terdampak gempa di NTT merasa bahwa mereka tidak sendirian. Ada saudara mereka di semua daerah di Indonesia yang memberikan kegotongroyongannya,” tandas Khofifah. (wld/saf/ham)

Soerabaja10k
Berita Terkait


Potret NetterSelengkapnya

Evakuasi Kecelakaan Mobil Terguling di Gunungsari Surabaya

Truk Patah As Tutup Satu Jalur Benowo Surabaya

Sebelum Terbenam

Kecelakaan Beruntun di Gempol, Libatkan 7 Kendaraan

Surabaya
Kamis, 20 Agustus 2026
27o
Kurs