Pemangkasan tersebut dilakukan melalui Program Penanganan Kawasan Permukiman Kumuh Terpadu dan Terintegrasi (Permata Jatim) yang dipadukan dengan Sistem Informasi Kawasan Kumuh sebagai basis data penanganan kawasan.
“Ini sekadar pengalaman kami, kami membangun Permata Jatim dengan tujuan mengintervensi permukiman yang terpadu dan terintegrasi di Jawa Timur,” ujarnya.
Ia mengatakan, Permata Jatim tidak hanya berfokus pada pembangunan fisik namun diawali dengan diagnosis kawasan untuk menentukan intervensi sesuai kebutuhan masing-masing wilayah.
Program tersebut menyasar tujuh aspek kekumuhan, mulai bangunan gedung, jalan lingkungan, drainase, penyediaan air minum, pengelolaan air limbah, persampahan, hingga proteksi kebakaran.
“Setiap kawasan ditangani sebagai satu unit transformasi, bukan sekadar kumpulan paket pekerjaan,” tegasnya.

NOW ON AIR SSFM 100

