Selasa, 4 Agustus 2026

Pendengar Keluhkan Lalu Lintas Frontage Gedangan, Dishub Minta Pengendara Patuh Traffic Light

Laporan oleh Ika Suryani Syarief
Bagikan
Supeltas membantu mengatur kelancaran lalu lintas di Frontage Gedangan, Sidoarjo pada Selasa (4/8/2026). Foto: Bhinuko Andy Prabowo via WA Suara Surabaya

Sejumlah pendengar Radio Suara Surabaya mengeluhkan kesemrawutan lalu lintas di traffic light (TL) sepanjang Frontage Gedangan, Sidoarjo pada Selasa (4/8/2026). Mereka menilai pengaturan lalu lintas di lokasi itu membingungkan, apalagi dengan kehadiran petugas supeltas yang kadang mengatur arus berbeda dari TL atau lampu lalu lintas yang terpasang.

Pendengar bernama Johanes Candra melaporkan, kondisi di perempatan Gedangan arah frontage sering semrawut karena banyak pengendara yang saling serobot.

“Perempatan Gedangan arah frontage sering semrawut, banyak yang serobotan, mohon ada pengaturan. Frontage itu ada TL ditambah ada supeltas, kadang dia yang ngatur, itu membingungkan,” lapor Johanes.

Senada, pendengar lain, Wahyu Pratama menilai aturan yang dibuat supeltas di lapangan justru lebih diikuti pengendara dibanding traffic light yang sudah terpasang.

“Memang itu masalah supeltas, aturan supeltas lebih diutamakan dibanding TL yang sudah dipasang di sana,” kata Wahyu.

Sementara itu, pendengar bernama Iman Santoso menilai persoalan sebenarnya ada pada perilaku pengendara, bukan pada aturan yang menurutnya sudah benar. Ia mencontohkan masih ada pengendara yang nekat melawan arus dari selatan ke utara.

“Yang ruwet itu manusianya, aturannya sudah benar. Kadang ditempuh dengan lawan arus, selatan ke utara. Dari utara, Juanda, kan nggak boleh belok kanan. Harus lurus, puterannya di Puri,” ujar Iman.

Adapun pendengar Husen Umarus berharap keberadaan supeltas di titik itu ditiadakan dan pengendara cukup mengikuti traffic light yang sudah ada. Ia menyoroti antrean panjang di lokasi tersebut, serta masih banyaknya kendaraan dari arah frontage yang tetap belok kanan meski sudah ada rambu larangan.

“Saran, jangan ada supeltas, tapi ikuti TL saja. Sering ngantre di situ. Dari frontage ada rambu nggak boleh belok kanan, dan masih banyak kendaraan yang masuk,” kata Husen.

Menanggapi keluhan para pengguna jalan tersebut, Budi Basuki Kepala Dinas Perhubungan Kabupaten Sidoarjo, menjelaskan, pengaturan arus di persimpangan tersebut sebenarnya sudah cukup jelas.

Dari arah utara, kendaraan diperbolehkan lurus dan belok kiri, namun dilarang belok kanan. Sementara dari arah Betro atau timur, kendaraan bisa belok kiri dan lurus.

Menurut Budi, sumber masalah utama adalah perilaku pengendara yang kerap berhenti di tengah persimpangan sehingga mengganggu arus dari arah lain.

“Rata-rata pengendara itu berhenti di depan stopline, sampai pertengahan persimpangan, sehingga yang lain jadi terganggu,” kata Budi.

Terkait kehadiran supeltas di lokasi itu, menurut Budi tujuannya untuk membantu kelancaran arus, bukan menggantikan fungsi traffic light. Apalagi memperbolehkan kendaraan melaju saat lampu merah, berhenti saat lampu hijau, dan belok padahal dilarang belok.

“Sesuai ketentuan, yang boleh melakukan diskresi itu petugas. Nanti kami akan koordinasi dengan pihak Lantas terkait hal ini,” ujar Budi.

Dinas Perhubungan menjelaskan, sesuai tracing  traffic light di persimpangan itu, durasi waktu lampu merah sudah disesuaikan dengan kondisi jalan.

Di akhir keterangannya, Budi kembali mengimbau seluruh pengendara yang melintas di Frontage Gedangan untuk disiplin mengikuti traffic light, tidak berhenti di depan stopline maupun di tengah persimpangan, agar arus lalu lintas di titik tersebut kembali lancar.

“Kalau semua pengendara tertib, insyaallah bisa lancar,” kata Budi.(iss/ham)

Soerabaja10k
Berita Terkait


Potret NetterSelengkapnya

Evakuasi Kecelakaan Mobil Terguling di Gunungsari Surabaya

Truk Patah As Tutup Satu Jalur Benowo Surabaya

Sebelum Terbenam

Kecelakaan Beruntun di Gempol, Libatkan 7 Kendaraan

Surabaya
Selasa, 4 Agustus 2026
31o
Kurs