Dari total penduduk tersebut, sebanyak 146.402.289 jiwa atau 50,46 persen merupakan laki-laki, sedangkan 143.722.784 jiwa atau 49,54 persen adalah perempuan.
“Data Kependudukan Bersih bukan sekadar angka statistik tanpa jiwa. Di balik setiap angka terdapat gambaran nyata mengenai kondisi bangsa sekaligus dasar dalam menyusun kebijakan pembangunan nasional yang tepat sasaran,” ujar Teguh dilansir laman resmi Dukcapil Kemendagri.
Teguh menjelaskan, Indonesia masih berada dalam fase bonus demografi. Penduduk usia produktif (15–64 tahun) mencapai 201.060.449 jiwa atau 69,30 persen dari total populasi nasional.
Sementara itu, kelompok usia 0–14 tahun tercatat sebanyak 65.964.460 jiwa atau 22,74 persen. Adapun penduduk lanjut usia (65 tahun ke atas) mencapai 23.100.164 jiwa atau 7,96 persen.
“Artinya, ini adalah peluang besar yang tidak dimiliki semua negara. Bonus demografi merupakan modal utama menuju Indonesia Emas 2045,” katanya.

NOW ON AIR SSFM 100

