Untuk memperkuat upaya tersebut, Kementerian dalam waktu dekat akan mengundang Forum Perguruan Tinggi Vokasi Indonesia (FPTVI). Pertemuan itu akan difokuskan untuk merancang ekosistem pendidikan vokasi yang lebih terhubung dengan tantangan dan kebutuhan dunia industri.
“Kita ini jujur, meskipun banyak perguruan tinggi dan bisa bersama, tetapi baru pada tataran permukaan. Belum menjawab persoalan riil di masyarakat,” ujarnya.
Sementara itu, Martadi Wakil Rektor Bidang Pendidikan, Kemahasiswaan, dan Alumni Unesa mengatakan bahwa perguruan tinggi harus mampu beradaptasi dengan perkembangan teknologi dan kebutuhan masyarakat.
“Perguruan tinggi tidak boleh gagap, tapi harus terdepan menjadi menara air yang memberikan kehidupan bagi masyarakat, bangsa, dan negara,” ucapnya.
Menurutnya, pendidikan vokasi memiliki keunggulan karena dekat dengan dunia industri. Oleh sebab itu, inovasi yang dihasilkan mahasiswa tidak boleh berhenti pada tahap prototipe, tetapi harus dapat dihilirisasikan menjadi produk yang memberi manfaat nyata.

NOW ON AIR SSFM 100

