Dinas Sumber Daya Air dan Bina Marga (DSDABM) Kota Surabaya menegur proyek pengerjaan gorong-gorong yang mengakibatkan pengendara motor jatuh di persil RSUD Dr. Soetomo.
Hidayat Syah Kepala DSDABM Kota Surabaya memastikan, proyek pengerjaan itu bukan milik pemkot, namun memalsukan banner bertuliskan kendaraan proyek Pemkot Surabaya.
“(Petugas proyek) dia ngambil sedimennya itu pakai kendaraan pelat kuning, pelat W, tapi disertai label dari DSDABM,” katanya ketoka ditemui di Kantor DSDABM Kota Surabaya, Senin (24/8/2026).
Saat proses pengiriman material ke lokasi, ada ceceran yang terjatuh dari bak truk terbuka, lalu mengakibatkan pengendara terpeleset.
“Tapi sudah selesai kok, mereka (pimpinan proyek) sudah mau tanggung jawab,” bebernya.
Ia mengaku sudah menegur pimpinan proyek agar tidak lagi memalsukan banner atas nama pemkot demi mempercepaf lalu lintas pengiriman material.
“kita sudah peringati. Terus yang kedua juga mereka juga jangan sampai pakai pakai nama-nama kita, nama-nama DSDABM Pemkot Surabaya, ya. Terus yang ketiga dia harus tanggung jawab dengan pasien,” paparnya.
Ia memastikan, proyek pengerjaan pemkot mengangkut material menggunakan kendaraan pelat L warna merah.
“Kecuali saat kerja sama dengan swasta, tapi itu izin ke kami lokasinya di mana,” ungkapnya.
Diketahui, korban pengendara jatuh karena proyek pengerjaan gorong-gorong itu melapor ke hotline Wali Kota Surabaya. Hasil penelusuran DSDABM, korban terjatuh di proyek pengerjaan di persil RSUD Dr. Soetomo. (lta/saf/ham)

NOW ON AIR SSFM 100

