Minggu, 12 Juli 2026

Perbakin Surabaya Perketat Pengawasan Usai Kasus Dugaan Pelecehan Seksual Atlet

Laporan oleh Akira Tandika Paramitaningtyas
Bagikan
Perbakin Surabaya, KONI Surabaya, dan Disbudporapar Kota Surabaya memberikan hadiah berupa airsoft gun untuk digunakan P berlatih. Foto: Akira suarasurabaya.net

Sampai saat ini, Persatuan Menembak dan Berburu Indonesia (Perbakin) Surabaya belum menerima aduan terkait kasus pelecehan seksual di lingkungan organisasi dari murid lainnya, yang sebelumnya sempat dialami oleh P, atlet menembak berusia 15 tahun.

Meski belum ada aduan lain atau aduan lanjutan dari murid, Hadi Susilo Ketua Harian Perbakin Surabaya menegaskan tetap akan memberikan pengawasan ketat terhadap aktivitas di lingkungan Perbakin.

“Sampai sekarang memang belum ada aduan dari murid lainnya,” kata Hadi, Minggu (12/7/2026).

Salah satu langkah pengawasan yang dilakukan adalah akan memperbanyak pemasangan CCTV untuk mengamati aktivitas atlet dan pelatih di lingkungan Lapangan Tembak.

Selain itu, Perbakin juga akan mengurangi jam latihan para atlet. Yang sebelumnya bisa latihan sampai jam 6 sore, sekarang hanya sampai jam 4 sore.

“Kalau sebelumnya jam latihannya bebas. Jadi, kadang bisa sampai sore, sampai magrib gitu ya. Maka, sekarang kami akan membatasi, khususnya buat adik-adik ini, kami batasi sampai jam terakhir jam 4 sore,” ungkapnya.

Hal ini dilakukan Hadi sebagai upaya preventif agar tidak terjadi hal-hal seperti yang lalu. Juga pihaknya akan lebih sering lagi melakukan pengawasan di lapangan.

Sementara terkait kepelatihan di Perbakin Surabaya, Hadi akan memastikan untuk mendorong agar para pelatih di lingkungan Perbakin tersertifikasi resmi melalui KONI Surabaya juga melalui PB Perbakin.

“Perbakin Surabaya nanti ke depannya akan mendorong pelatih-pelatih untuk mendapat sertifikasi resmi, yang langsung ditunjuk melalui Koni juga melalui PB Perbakin,” tambahnya.

Hadi juga menegaskan akan membuat agenda latihan resmi yang bisa dipantau langsung oleh Perbakin Surabaya.

“Kami akan berusaha meresmikan, membuat latihan ini menjadi agenda resmi Perbakin Surabaya. Karena sebelum-sebelumnya memang yang terjadi bukan agenda resmi Perbakin Surabaya,” tutupnya.

Diberitakan sebelumnya, P korban pelecehan seksual oleh mantan pengurus Perbakin Surabaya kembali menjalani latihan untuk pertama kalinya.

Kembalinya P berlatih di lapangan tembak, disambut antusias oleh teman-teman sebayanya, juga pelatih, bahkan oleh KONI Surabaya dan Disbudporapar Surabaya.

P juga mendapat unit airsoftgun baru untuk digunakan berlatih, supaya tidak perlu meminjam lagi.

Upaya-upaya ini dilakukan sebagai bentuk dukungan moril dan materiil bagi P agar kembali bersemangat menjalani seleksi Porprov Jatim yang berlangsung Minggu (12/7/2026) hari ini. (kir/saf/ham)

Soerabaja10k
Berita Terkait


Potret NetterSelengkapnya

Sepeda Motor Terbakar di Genteng Besar

Pelangi di Ujung Pagi Surabaya

Mobil Masuk Saluran Air

Perjalanan Menuju Arafah

Surabaya
Minggu, 12 Juli 2026
28o
Kurs