Kamis, 6 Agustus 2026

Perkuat Keselamatan Jalur KA Jember-Kalisat, DJKA Uji Fungsi Jembatan BH 307 dan 312

Laporan oleh Billy Patoppoi
Bagikan
DJKA Kemenhub melakukan uji fungsi jembatan kereta api BH 307 di petak Arjasa-Kotok lintas Jember-Kalisat, Rabu (5/8/2026) kemarin. Foto: DJKA

Direktorat Jenderal Perkeretaapian (DJKA) Kementerian Perhubungan (Kemenhub) telah melakukan uji fungsi jembatan kereta api BH 307 dan BH 312 Bedadung Jember, di petak Arjasa-Kotok lintas Jember-Kalisat, Rabu (5/8/2026) kemarin.

Pengujian ini dilakukan untuk memastikan keamanan dan keselamatan perjalanan kereta api setelah peningkatan atau upgrade jalur KA lintas Jember-Kalisat, serta pembangunan ulang dua jembatan tersebut.

Denny Michels Adlan Kepala BTP Kelas I Surabaya mengatakan, uji fungsi jembatan BH 307 dan BH 312 menjadi tahapan penting dalam paket peningkatan jalur KA Jember-Kalisat. Menurutnya, keselamatan perjalanan kereta api merupakan hal utama yang tidak dapat ditawar.

“Bagi kami di DJKA, keselamatan perjalanan kereta api adalah hal yang utama. Melalui uji fungsi ini, diharapkan penumpang dapat lebih merasa tenang, nyaman, dan aman dalam perjalanan dari dan ke Jember atau Banyuwangi. Terlebih, traffic perjalanan KA yang melewati Jember cukup tinggi dan ada juga KA lokal yang melayani Jember-Banyuwangi,” ucap Denny dalam keterangannya, Kamis (6/8/2026).

Adapun uji fungsi itu merupakan bagian dari rangkaian uji berkala rutin jembatan yang dilakukan DJKA melalui Balai Teknik Perkeretaapian (BTP) Kelas I Surabaya, bersama Balai Pengujian Perkeretaapian.

Dalam pengujian itu, DJKA menggunakan dua lokomotif CC300 milik Balai Perawatan Perkeretaapian buatan INKA yang total beratnya mencapai lebih dari 180 ton.

Beban itu untuk menguji kelendutan dan kekuatan struktur jembatan secara maksimal. Dari hasil pengujian, DJKA akan melihat apakah kelenturan jembatan masih sesuai dengan standar kekuatan yang dipersyaratkan.

Denny menjelaskan, jembatan BH 307 dan BH 312 telah dibangun ulang dengan struktur baru yang lebih besar dibandingkan jembatan lama peninggalan era Djawatan Kereta Api pada 1950-an.

“Kami di DJKA melalui BTP Kelas I Surabaya telah membangun ulang jembatan BH 307 dan 312 ini dengan struktur yang baru dan lebih besar dari sebelumnya peninggalan era Djawatan Kereta Api pada 1950-an. Harapannya, jembatan baru ini tentu meningkatkan kenyamanan penumpang sebagai pengguna jasa dan juga keamanan perjalanan KA,” tambahnya.

Sebelum uji fungsi, dua jembatan tersebut juga sudah melalui tahapan pengujian lain, termasuk rancang bangun dan uji fisik yang dilakukan tahun lalu.

Denny menyebut, uji fungsi ini menjadi tahapan pengujian berkala yang akan terus dimonitor secara rutin. Tujuannya untuk memastikan struktur jembatan tetap kuat sebelum diserahterimakan kepada operator, yakni PT KAI.

“Uji fungsi ini menjadi tahapan pengujian berkala yang akan terus kami monitor pelaksanaan selanjutnya secara rutin. Tujuannya tentu saja untuk memastikan struktur baru jembatan ini tetap kuat sebelum kita serahterimakan ke operator,” kata Denny.

Menurut Denny, pengujian jembatan di petak Arjasa-Kotok itu penting karena struktur baru dibangun dengan standar lebih besar dan berbeda dari sebelumnya. Pada jembatan BH 312, DJKA bahkan membangun struktur baja kurung.

“Kami di DJKA selalu memastikan bahwa uji fungsi ini menjadi hal yang sangat mendasar mengingat struktur jembatan ini dibangun sangat berbeda dari yang sebelumnya, dari yang sederhana kini dibangun lebih besar dengan standar yang sama dari jalur lainnya di Pulau Jawa. Pada BH 312 bahkan kami bangun dengan struktur baja kurung,” jelasnya.

Denny mengatakan, pengujian tersebut juga untuk memastikan struktur jembatan tetap prima hingga lebih dari 50 tahun mendatang. “Selain itu, pengujian ini juga menjadi kado dari kami di HUT ke-21 DJKA pada hari ini,” pungkas Denny. (ant/bil/ham)

Soerabaja10k
Berita Terkait


Potret NetterSelengkapnya

Evakuasi Kecelakaan Mobil Terguling di Gunungsari Surabaya

Truk Patah As Tutup Satu Jalur Benowo Surabaya

Sebelum Terbenam

Kecelakaan Beruntun di Gempol, Libatkan 7 Kendaraan

Surabaya
Kamis, 6 Agustus 2026
28o
Kurs