Perkuliahan di Universitas Islam Negeri Sunan Ampel (UINSA) Surabaya kembali berjalan normal meski akses kampus masih terbatas karena satu gerbang utama belum dibuka dan gedung rektorat masih disegel.
“Untuk perkuliahan Alhamdulillah sudah berjalan normal. Untuk gerbang depan masih satu gerbang yang dibuka,” kata Retno Indriati Katim Humas UINSA Surabaya, pada Senin (28/9/2026).
Dewan Eksekutif Mahasiswa (DEMA) UINSA menyatakan, gerbang utama sisi utara atau pintu masuk memang masih ditutup.
Akses keluar masuk seluruh mahasiswa dan dosen dipusatkan lewat gerbang sisi selatan atau pintu keluar.
“Kalau gerbang pintu masuk tetap di tutup, perkuliahan kembali aktif, melalui one gate masuknya,” kata Fadlurrakhman Fazle Wakil Ketua DEMA UINSA.

DEMA UINSA juga menyatakan bahwa mahasiswa masih mempertahankan penyegelan Gedung Rektorat untuk mengawal proses penyelesaian polemik kepemimpinan kampus dan memastikan adanya kepastian pemilihan Rektor definitif.
Mahasiswa juga meminta Kementerian Agama (Kemenag) RI untuk segera menetapkan dan mengumumkan timeline Pemilihan Rektor UINSA periode 2026 – 2030 secara terbuka.
Selain itu, mahasiswa juga mendorong Pakta Integritas Mahasiswa menjadi bagian dari proses seleksi calon Rektor.
Pakta tersebut memuat sejumlah komitmen, termasuk transparansi dan akuntabilitas tata kelola, perlindungan hak mahasiswa, perbaikan fasilitas dan pelayanan akademik, serta keterbukaan dalam pengambilan kebijakan strategis. (ris/saf/ipg)

NOW ON AIR SSFM 100

