Masoud Pezeshkian Presiden Iran menyatakan sulit menggelar pertemuan langsung dengan Donald Trump Presiden Amerika Serikat (AS), selama Washington masih kerap melakukan serangan dan memberikan tekanan terhadap Teheran, termasuk ketika proses diplomasi berlangsung.
Dalam wawancara dengan program Face the Nation di CBS News, Jumat (25/9/2026), Pezeshkian mengatakan hubungan Iran dan AS saat ini diliputi ketidakpercayaan, akibat sejumlah perundingan sebelumnya gagal menghasilkan kesepakatan berkelanjutan.
Menurutnya, Iran telah beberapa kali berunding dengan AS, tetapi Washington justru melancarkan serangan di tengah proses negosiasi. Pengalaman tersebut membuat Teheran mempertanyakan komitmen AS untuk menjalankan kesepakatan yang telah dibuat.
“Selama mereka tidak menghentikan apa yang mereka lakukan terhadap kami setiap hari, sulit untuk mempercayai mereka,” kata Pezeshkian seperti dikutip CBS News, Sabtu (26/9/2026).
Ia menuding AS terus meningkatkan sanksi, melontarkan ancaman, dan melakukan serangan terhadap Iran. Karena itu, Pezeshkian meminta Washington menunjukkan keseriusan dalam menjalankan kesepakatan sebelum kedua negara kembali menggelar perundingan langsung.
“Setiap hari mereka meningkatkan sanksi terhadap kami. Setiap hari mereka mengancam kami. Setiap hari mereka menyerang kami. Dan mereka tidak menghormati apa yang telah mereka sepakati secara tertulis,” ujarnya.
Pernyataan tersebut disampaikan setelah Trump sebelumnya membuka peluang bertemu pejabat Iran di New York, di sela-sela Sidang Majelis Umum Perserikatan Bangsa-Bangsa (PBB). Namun, pertemuan langsung antara kedua presiden tidak terlaksana.
Meski demikian, Pezeshkian menegaskan Iran tetap membuka jalur diplomasi. Ia menyatakan Teheran siap menjalankan proposal pembukaan kembali Selat Hormuz dalam tujuh hari apabila AS menerima persyaratan yang diajukan.
Proposal tersebut telah disampaikan Abbas Araghchi Menteri Luar Negeri Iran kepada Washington melalui Qatar. Tapi, hingga Jumat waktu setempat, AS belum memberikan tanggapan resmi secara terbuka.
Pezeshkian menegaskan pemulihan kepercayaan menjadi langkah penting sebelum kedua negara kembali duduk bersama untuk membahas penghentian perang dan program nuklir Iran. (bil/faz)

NOW ON AIR SSFM 100

