Kamis, 3 September 2026

Pidato di Rusia, Prabowo Tegaskan Politik Luar Negeri Indonesia Bebas dan Aktif

Laporan oleh Billy Patoppoi
Bagikan
Prabowo Subianto (tiga dari kiri) Presiden RI menghadiri Eastern Economic Forum (EEF) ke-11 di Far Eastern Federal University (FEFU), Vladivostok, Federasi Rusia, Kamis (3/9/2026). Foto: BPMI Setpres

Prabowo Subianto Presiden RI menegaskan politik luar negeri Indonesia tetap berpegang pada prinsip bebas dan aktif di tengah situasi global yang semakin terfragmentasi.

Hal itu disampaikan Prabowo saat berpidato sebagai tamu kehormatan utama dalam Eastern Economic Forum (EEF) ke-11 di Vladivostok, Rusia, Kamis (3/9/2026).

Dia mengatakan Indonesia tidak ingin terikat dalam aliansi militer tertentu, tetapi tetap terbuka dan aktif membangun kemitraan ekonomi dengan berbagai negara.

“Global South bukanlah sebuah blok baru. Ini adalah wadah perjuangan demi keadilan, baik terkait pembagian kesejahteraan yang adil maupun suara yang setara dalam perumusan aturan global. Posisi kami jelas dan konsisten. Indonesia siap mendukung setiap upaya tulus demi terwujudnya perdamaian yang adil dan abadi di wilayah mana pun yang masih dilanda konflik,” kata Prabowo seperti dikutip laman Sekretariat Presiden, Kamis.

Menurutnya, prinsip bebas aktif membuat Indonesia tetap bisa menjalin hubungan dan kerja sama dengan berbagai pihak tanpa harus masuk ke dalam blok tertentu.

Prabowo menilai pendekatan itu semakin penting, ketika dunia menghadapi ketegangan geopolitik, perubahan rantai pasok, hingga sistem keuangan yang semakin terkotak-kotak.

“Kita bertemu di saat yang penuh tantangan. Saat ini, perdagangan kerap dijadikan senjata, rantai pasok dibentuk ulang oleh rasa saling curiga, dan sektor keuangan terkotak-kotak secara geografis. Justru karena dunia sedang terfragmentasi, setiap jembatan yang dibangun di sini, baik di bidang pangan, energi, sains, logistik, maupun perdagangan, merupakan sebuah jawaban nyata,” ujarnya.

Ia juga menekankan pentingnya sistem keuangan global yang dapat berjalan berdampingan agar perdagangan internasional tetap stabil.

“Hal ini bukan tentang mengganti satu sistem dengan sistem lainnya, melainkan tentang memastikan adanya sistem keuangan global lain yang dapat beroperasi berdampingan dengan sistem yang sudah ada demi menjaga keberlangsungan, stabilitas, dan kepercayaan dalam perdagangan internasional,” katanya.

Dalam konteks hubungan Indonesia dan Rusia, Prabowo mengatakan persahabatan yang telah terjalin selama puluhan tahun harus diterjemahkan menjadi kerja sama konkret yang memberikan manfaat langsung bagi masyarakat kedua negara.

“Persahabatan tidak bisa hanya hidup dalam sejarah. Generasi kita harus memiliki keberanian untuk menulis babak baru. Mari kita berdiri setara, mari kita menjadi bangsa yang mandiri, mari kita bekerja sama demi kemaslahatan kedua negara, dan mari kita dinilai berdasarkan hasil nyata yang dapat diberikan oleh upaya kita bagi rakyat kita,” ujarnya.

Prabowo juga menilai perdamaian tidak dapat dipisahkan dari pembangunan dan kesejahteraan. Ketahanan pangan, penciptaan lapangan kerja, perdagangan terbuka, serta pembangunan kawasan disebut menjadi bagian dari upaya menciptakan perdamaian yang berkelanjutan.

“Saya memahami bahwa rakyat Rusia memiliki pepatah ‘Odin v pole ne voin.’ Tidak akan ada kemenangan jika kita berjuang sendirian. Di Indonesia, kita memiliki konsep serupa yang disebut ‘gotong royong’. Beban seberat apa pun akan terasa ringan jika dipikul bersama,” lanjutnya.

Untuk memperkuat hubungan Indonesia-Rusia, Prabowo mendorong pembukaan jalur pelayaran dan penerbangan langsung, optimalisasi perjanjian perdagangan bebas atau FTA, peningkatan perdagangan, serta kerja sama produksi.

Ia juga mendorong Danantara dan Russian Direct Investment Fund (RDIF) untuk bersama-sama membiayai proyek strategis kedua negara.

“Mari kita pastikan bahwa setiap kesepakatan yang diumumkan di Vladivostok menghasilkan dampak nyata yang dapat dilihat dan dirasakan oleh rakyat kita. Biarlah Forum ini dikenang karena di saat pihak lain membangun tembok, kita justru membangun jembatan,” pungkas Prabowo. (bil/faz)

Soerabaja10k
Berita Terkait


Potret NetterSelengkapnya

Kecelakaan Beruntun di Tol Waru Arah Perak

Truk Patah As Tutup Satu Jalur Benowo Surabaya

Sebelum Terbenam

Surabaya
Kamis, 3 September 2026
28o
Kurs