Prof. Suyitno Direktur Jenderal Pendidikan Islam Kementerian Agama RI yang ditunjuk sebagai Plt Rektor UIN Sunan Ampel (UINSA) Surabaya, melakukan diskusi lintas pihak dengan menemui mahasiswa, pimpinan kampus, hingga guru besar. Tujuannya, untuk menjaga keberlangsungan kegiatan akademik di tengah dinamika internal kampus.
Suyitno mengajak seluruh sivitas akademika mengalihkan perhatian dari perdebatan masa lalu menuju penyelesaian persoalan dan keberlanjutan institusi.
“Kita tidak sedang ingin bicara what the last, tetapi kita akan bicara tentang what the next. Meskipun masa lalu tetap menjadi pembelajaran, orientasi utama kita adalah masa depan institusi dan kebaikan bersama,” terangnya, Sabtu (26/9/2026).
Terkait transisi kepemimpinan, Suyitno menyampaikan Kemenag telah mengkaji sejumlah regulasi yang menjadi dasar tata kelola perguruan tinggi keagamaan Islam, termasuk PMA Nomor 68 Tahun 2015 serta regulasi yang terbit pada 2021 dan 2024.
Menurutnya, setiap langkah dalam proses transisi harus memiliki dasar hukum yang jelas, termasuk opsi terkait mekanisme pelantikan, maupun kemungkinan penggunaan diskresi sesuai Undang-Undang Nomor 30 Tahun 2014 tentang Administrasi Pemerintahan.
Suyitno mengatakan bahwa percepatan penyelesaian transisi akan dilakukan dalam koridor regulasi agar tidak terjadi kekosongan hukum sekaligus memberikan kepastian dalam tata kelola UINSA.
Ia menyebut mahasiswa juga menjadi salah satu prioritas dalam proses itu, terutama untuk memastikan hak-hak akademik tetap terlindungi selama masa transisi.
“Anak-anak kita ini tujuan awalnya adalah belajar. Kita yang dewasa harus menyikapi ini dengan bijak. Saya mengajak seluruh pimpinan untuk mengedepankan pendekatan yang persuasif, edukatif, dan humanis,” tuturnya.
Seperti diketahui, setelah Kemenag mencopot Akhmad Muzakki pasca yang bersangkutan mengundurkan diri dari jabatan Rektor, Suyitno ditunjuk sebagai Plt Rektor UINSA.
Sehari setelah ditunjuk sebagai Plt Rektor UINSA, Suyitno mendengarkan aspirasi mahasiswa sekaligus membahas upaya menjaga proses belajar-mengajar tetap berjalan kondusif.
Sehari berikutnya, Jumat (25/9/2026), Suyitno kembali menggelar pertemuan bersama jajaran pimpinan rektorat, fakultas, pascasarjana, serta para guru besar UINSA untuk membahas keberlanjutan institusi.
Dari rangkaian mediasi tersebut, sejumlah poin yang ditekankan antara lain menjaga sinergi dan keharmonisan di lingkungan universitas, menjalankan proses administrasi kepemimpinan secara transparan dan akuntabel sesuai regulasi, serta memastikan pelayanan akademik dan fasilitas pembelajaran mahasiswa kembali berjalan normal.
Pihaknya berharap proses mediasi dan dialog lintas pihak itu bisa menjadi langkah awal untuk memulihkan kondusivitas UINSA, sekaligus mengembalikan fokus sivitas akademika pada kegiatan akademik dan pengembangan institusi.(ris/bil/faz)

NOW ON AIR SSFM 100

