Senin, 6 Juli 2026

Polda Jatim Turun Tangan Buru Terduga Pelaku Pembunuhan ASN Bangkalan

Laporan oleh Wildan Pratama
Bagikan
AKBP Arbaridi Jumhur Kasubdit III Jatanras Ditreskrimum Polda Jatim. Foto: Wildan suarasurabaya.net

Polda Jawa Timur turun tangan menangani kasus kematian RYS (51 tahun) Sekretaris Dinas Perumahan Rakyat dan Kawasan Permukiman (PRKP) Pemkab Bangkalan yang jenazahnya ditemukan di dalam mobil dinas di area parkir Terminal 1 Bandara Internasional Juanda.

AKBP Arbaridi Jumhur Kasubdit III Jatanras Ditreskrimum Polda Jatim menjelaskan, pihaknya mendapat tugas membantu Polresta Sidoarjo untuk menangkap terduga pelaku yang terindikasi kabur ke sejumlah daerah.

“Benar, kami back up penuh kasus itu. Sudah kami bagi anggota menjadi beberapa tim untuk melakukan pengejaran terduga pelaku di sejumlah kota,” ucap Jumhur, Senin (6/7/2026).

Jumhur menyebut tim Satreskrim sudah memetakan lokasi terkait keberadaan terduga pelaku dan sedang difokuskan di suatu wilayah ke arah Barat. Namun ia belum bisa merinci area pengejaran tersebut untuk kepentingan penyelidikan.

“Iya arah barat. Nanti kita akan beritahu lagi kalau hasil ya,” jelasnya.

Sementara itu, Risang Bima Wijaya kuasa hukum keluarga korban menyambut baik langkah Polda Jatim yang ikut turun tangan dan berharap segera menangkap pelaku.

Ia juga mendapat informasi serupa bahwa terduga pelaku sudah terlacak dan kerap berpindah-pindah wilayah untuk menghindari pengejaran.

“Iya sempat terlacak, pelaku ini kan pindah-pindah (lokasinya). Pelaku ini kan tidak ada di alamat rumahnya, namanya E,” ujar Risang.

Diberitakan sebelumnya, jenazah seorang perempuan ditemukan di dalam mobil Innova Nopol M 1090 GP pelat merah yang terparkir di area Terminal 1 Bandara Juanda Surabaya di Sidoarjo, Rabu (24/6/2026) siang.

Jenazah perempuan tersebut pertama kali ditemukan oleh sejumlah driver taksi online yang mangkal di area parkir Bandara Juanda.

Sementara itu dari hasil autopsi sementara, polisi mengungkap korban diduga meninggal sejak dua hingga tiga hari sebelum ditemukan siang kemarin.

AKBP Ni Made Wiatini Katim Humas Rumkit Bhayangkara Pusdik Sabhara Porong menyebut pada pemeriksaan bagian tubuh luar dan dalam korban, tim forensik menemukan sejumlah tanda yang mengarah pada kematian akibat asfiksia atau mati lemas.

Selain itu, kondisi jasad juga menunjukkan tanda-tanda pembusukan yang cukup jelas.

“Untuk meninggalnya diperkirakan sudah lebih dari 2 kali 24 jam. Dua atau tiga hari,” kata Ni Made dikonfirmasi, Kamis (25/6/2026).

Selain itu, tim dokter forensik juga menemukan luka robek pada cuping telinga kiri korban yang diduga akibat benturan benda tumpul.

“Dapat kami sampaikan terkait pemeriksaan luar terhadap korban ditemukan luka robek pada cuping telinga kiri akibat kekerasan benda tumpul,” ujarnya.(wld/iss/ipg)

Soerabaja10k
Berita Terkait


Potret NetterSelengkapnya

Sepeda Motor Terbakar di Genteng Besar

Pelangi di Ujung Pagi Surabaya

Mobil Masuk Saluran Air

Perjalanan Menuju Arafah

Surabaya
Senin, 6 Juli 2026
28o
Kurs