Video tersebut kemudian memicu reaksi publik di media sosial. Kepolisian selanjutnya melakukan pendalaman untuk mengetahui rangkaian kejadian secara utuh serta pihak-pihak yang terlibat.
Penyelenggara festival musik sebelumnya juga telah menyampaikan permintaan maaf melalui akun media sosial resminya.
Pihak penyelenggara menegaskan aktivitas yang menjadi sorotan tersebut tidak berada dalam arahan maupun persetujuan mereka. Penyelenggara juga menyatakan tidak akan memberikan toleransi terhadap tindakan yang dinilai menyinggung agama maupun suku, agama, ras, dan antargolongan (SARA).
“Kami tidak pernah dan tidak akan pernah menoleransi bentuk penistaan agama atau tindakan yang menyinggung SARA oleh pihak mana pun yang beraktivitas di area acara kami, termasuk sponsor dan mitra kerja sama,” tulis pihak penyelenggara. (ant/saf/ipg)

NOW ON AIR SSFM 100

