Selasa, 25 Agustus 2026

Polisi Ungkap Ketidaksesuaian Manifes KMP Mutiara Sentosa 2 yang Terbakar di Sumenep

Laporan oleh Wildan Pratama
Bagikan
Tangkapan layar rekaman video yang menunjukkan bagian Kapal Motor Penumpang (KMP) Mutiara Sentosa 2 terbakar di perairan Kabupaten Sumenep, Jawa Timur, Minggu (2/8/2026) pagi. Foto: Antara

Direktorat Polisi Air dan Udara (Ditpolairud) Polda Jawa Timur menemukan perbedaan data manifes dalam proses penyelidikan kebakaran KMP Mutiara Sentosa 2 di perairan utara Sumenep.

Kombes Pol Arman Asmara Dirpolairud Polda Jatim menjelaskan bahwa pihaknya telah mengantongi sejumlah data dan dokumen penting secara lengkap untuk diteliti lebih lanjut.

“Kami sudah mempunyai data dan dokumen lengkap. Mulai manifes, meski tidak ada kesesuaian, hingga Surat Persetujuan Berlayar, dan semuanya sedang kami teliti dan dalami,” ujar Arman dikonfirmasi, Selasa (25/8/2026).

Temuan perbedaan manifes tersebut menjadi salah satu fokus penyidik untuk mengusut pihak yang bertanggung jawab dalam insiden yang merenggut nyawa lima orang tersebut.

Perbedaan itu muncul sesudah penyidik membandingkan keterangan para saksi dengan dokumen resmi yang telah dikumpulkan selama proses penyelidikan, termasuk manifes penumpang dan Surat Persetujuan Berlayar (SPB).

Data manifes yang sempat beredar di publik menyebut kapal mengangkut 232 orang. Sedangkan berdasarkan data Basarnas, sebanyak 238 orang berhasil dievakuasi dari kapal, terdiri atas 233 orang selamat dan lima orang meninggal dunia.

Ketidaksesuaian data tersebut menjadi sorotan sesudah operasi pencarian resmi ditutup pada 4 Agustus 2026. Sebab masih ada laporan dari keluarga hingga rekan korban terkait lima orang lain yang belum diketahui keberadaannya.

Satu di antara korban tersebut diakui tercatat dalam manifes operator kapal PT Atosim Lampung Pelayaran (ALP).

Selain perbedaan data manifes, Arman mengungkap penyidik menemukan indikasi saling melempar tanggung jawab di antara pihak-pihak yang terkait sejak penanganan awal insiden sampai proses hukum berjalan.

“Ada ke arah sana dalam kasus terbakarnya KM Mutiara Sentosa 2, ini yang sedang kami garis bawahi,” ungkapnya.

Menurut Arman, penyelidikan kini diarahkan untuk mengidentifikasi pihak yang paling bertanggung jawab atas kebakaran kapal tersebut.

“Kami sedang mendalami siapa pihak yang paling bertanggung jawab dalam kasus terbakarnya kapal ini,” katanya.

Hingga kini, Ditpolairud Polda Jatim telah memeriksa tujuh saksi. Jumlah itu masih berpotensi bertambah seiring pendalaman terhadap dokumen maupun bukti tambahan yang terus dikumpulkan penyidik.

Sebagai informasi, KMP Mutiara Sentosa II rute Surabaya–Makassar terbakar di perairan utara Sumenep pada Minggu (2/8/2026). Kemudian operasi SAR ditutup setelah 238 orang berhasil dievakuasi, dengan rincian 233 selamat dan lima meninggal dunia.

Meski operasi pencarian ditutup, lima orang masih dilaporkan belum diketahui keberadaannya, yakni Bustam Sanusi, Andik Herman, Abdul Manan, Abdurrahman, dan Abdul Hamid. (wld/saf/iss)

Soerabaja10k
Berita Terkait


Potret NetterSelengkapnya

Kecelakaan Beruntun di Tol Waru Arah Perak

Truk Patah As Tutup Satu Jalur Benowo Surabaya

Sebelum Terbenam

Surabaya
Selasa, 25 Agustus 2026
29o
Kurs