Minggu, 5 Juli 2026

PPIH Catat 10 Jemaah Embarkasi Surabaya Meninggal Dunia Selama Operasional Haji 2026

Laporan oleh Wildan Pratama
Bagikan
Ilustrasi - Jemaah haji mengelilingi Ka'bah saat mereka melakukan Tawaf di Masjidil Haram, Makkah, Arab Saudi pada 11 Juni 2024. Foto: Reuters

PPIH Embarkasi Surabaya mencatat sepuluh jemaah calon haji meninggal dunia pada hari ke-27 operasional pemberangkatan haji. Dari total tersebut, sembilan jemaah dilaporkan wafat saat berada di Tanah Suci, sedangkan satu jemaah meninggal di dalam negeri.

As’adul Anam Ketua PPIH Embarkasi Surabaya mengatakan, sembilan jemaah yang wafat di Arab Saudi adalah Kamariyah Dul Tayib (85) Kloter 8 Pasuruan, Abd Wachid (71) Kloter 7 Pasuruan, Fajar Puja Sasmita (53) Kloter 11 Kota Malang, Sibiatun Saji (72) Kloter 33 Lamongan.

Kemudian Mustika Rajim D (75) Kloter 47 Gresik, Suyono Reso (58) Kloter 62 Jombang, Dumaiyah Gopur (67) Kloter 6 Pasuruan, Asraf Sudam (65) Kloter 1 Probolinggo, dan Tarni Talikah Kastamun (66) Kloter 55 Sidoarjo.

Sedangkan satu jemaah yang meninggal di tanah air adalah Tini Atmin (56) dari Kloter 43 Kabupaten Gresik. Anam mengatakan, penyebab jemaah itu meninggal karena sakit jantung saat dirawat di RSUD Haji Surabaya.

“Kami menyampaikan duka cita mendalam atas wafatnya para jemaah haji. Semoga seluruh amal ibadah beliau diterima Allah SWT dan keluarga yang ditinggalkan diberikan kekuatan serta ketabahan,” ujar Anam pada Senin (18/5/2026).

Selain itu PPIH Embarkasi Surabaya mencatat 13 jemaah mengalami tunda keberangkatan ibadah haji karena faktor kesehatan.

Daftar jemaah yang terpaksa tunda keberangkatan itu adalah Manah Saram Kloter 73 Pamekasan, Nawawi Syamsul Arifin dan Abdul Manaf dari Kloter 86 Bondowoso, Sahwati Marta Kloter 87 Bondowoso, Rafiin P Supatri dan Fathor Rahman Bunawardi Kloter 89 Situbondo.

Selanjutnya Ahmad Dahlan Said dari Jember Kloter 92, Abdul Rohmat Kloter 95, serta Bahauddin Sajemur Saundar, Sundari Mudin Sabet, dan Suswati Sabue Naima selaku pendamping Kloter 96.

“Dua jemaah lainnya yakni Regina Kasbun (tunda sakit) dan Budiman Her pendamping dari Kloter 93 asal Jember saat ini berada di KNO Medan,” ujarnya.

Sementara itu operasional keberangkatan Embarkasi Surabaya sudah mencapai 83 persen dari total rencana. Sebanyak 36.413 jemaah dan petugas yang terbagi dalam 96 kloter telah diterbangkan ke Tanah Suci per 17 Mei 2026 pukul 09.30 WIB.

Rinciannya terdiri dari 35.782 jemaah, 383 petugas, 134 Petugas Haji Daerah (PHD), dan 114 Pembimbing KBIHU. Anam menegaskan bahwa seluruh aspek pelayanan, mulai dari akomodasi hingga pemantauan kesehatan jemaah, terus diperketat demi memastikan keamanan fase keberangkatan ini.

“PPIH terus memperkuat koordinasi lintas sektor, baik layanan transportasi, akomodasi, kesehatan, maupun penerbangan agar seluruh proses pemberangkatan berjalan aman dan tepat waktu. Kondisi kesehatan jemaah juga terus menjadi perhatian utama,” pungkasnya.(wld/saf/iss)

Soerabaja10k
Berita Terkait


Potret NetterSelengkapnya

Sepeda Motor Terbakar di Genteng Besar

Pelangi di Ujung Pagi Surabaya

Mobil Masuk Saluran Air

Perjalanan Menuju Arafah

Surabaya
Minggu, 5 Juli 2026
26o
Kurs