Petugas Penyelenggara Ibadah Haji (PPIH) Sektor Khusus Nabawi melakukan penyisiran Jemaah Haji Indonesia yang tersesat atau terpisah dari rombongan di kawasan Masjid Nabawi, sekaligus memastikan jemaah dapat mengakses Raudhah dengan aman.
Muhammad Armen PPIH Sektor Khusus Nabawi menyebut, selain penyisiran petugas juga memastikan para jemaah dapat masuk ke Raudhah.
“Karena Raudhah ini merupakan tugas utama jemaah yang berada di Masjid Nabawi ini,” ucapnya, pada Rabu (29/4/2026) sore waktu setempat.
Armen mengungkapkan, hingga saat ini telah banyak laporan jemaah yang tersesat dan hilang. Dia mengimbau para jemaah untuk memperhatikan penanda yang mudah dikenali di kawasan tersebut, terutama bagi jemaah lanjut usia (lansia) yang berisiko tinggi.
“Biasanya jemaah kita ada yang risiko tinggi, kemudian ada lansia, itu sangat kasihan apabila dia tersasar. Sehingga, jalan jauh dan mengakibatkan kelalahan,” ujarnya dalam Liputan Haji 2026.
Sejumlah penanda yang dapat dijadikan patokan antara lain nomor pintu masjid yang menggunakan angka satuan (1, 2, 3, dan seterusnya), nomor toilet yang dimulai dari angka 200, serta nomor pagar yang dimulai dari angka 300. Penanda tersebut dapat membantu jemaah menemukan pos PPIH sektor Nabawi.
Di Sektor Khusus Nabawi terdapat lima pos PPIH, yakni di pintu 336, 328, 310, 360, dan 365.
Armen menjelaskan, jemaah tersesat umumnya disebabkan faktor lupa atau tidak memperhatikan patokan pintu masuk. Selain itu, kepadatan jemaah di kawasan Masjid Nabawi juga kerap membuat jemaah kebingungan dan terbawa arus rombongan lain.
“Mungkin dia masuk ke masjid dengan sepadat orang sebanyak ini, begitu keluar bingung akhirnya kebawa arus,” jelasnya.
Selain penyisiran, PPIH juga memberikan perlindungan dan pelayanan kepada jemaah, termasuk mereka yang tersesat, hilang, maupun kelelahan selama menjalani ibadah haji.
“Kalau misalnya ada yang kelelahan, segala macam, kami sudah siapkan obat, kami akan bantu untuk evakuasi menuju ke hotel mereka,” kata Armen.
Untuk menghindari hal-hal yang tidak diinginkan, Armen mengimbau Jemaah Haji Indonesia agar melaksakan Salat Arbain dan tidak memaksakan diri menjalankan ibadah secara maksimal dalam kondisi yang tidak memungkinkan, khususnya bagi lansia dan jemaah berisiko tinggi.
“Jangan memaksakan mengejar ibadah semaksimal mungkin di Masjid Nabawi ini. Memang banyak banyak faedah-faedah dan pahala-pahala di Masjid Nabawi ini, tapi kami sarankan pada yang pertama yang berisiko tinggi, kemudian lansia, kalau bisa di hotel saja ibadahnya,” tutupnya.(ily/rid)
NOW ON AIR SSFM 100

