Senin, 15 Juni 2026

Menkeu: Fiskal Sehat dan Pendapatan Mencapai Rp1.185 Triliun per Mei 2026

Laporan oleh Lea Citra Santi Baneza
Bagikan
Purbaya Yudhi Sadewa Menteri Keuangan di DPR RI, Jakarta. Foto: Dok Humas Kemenkeu

Purbaya Yudhi Sadewa Menteri Keuangan (Menkeu) memastikan kondisi fiskal tetap sehat dan sustainable di tengah ketidakpastian perekonomian global. Ia mengklaim fundameltal ekonomi tetap solid, karena didukung tingkat pendapatan Indonesia yang mencapai Rp1.185 triliun per Mei 2026.

“Jika dibandingkan dengan negara G20 dan beberapa negara lainnya, pertumbuhan ekonomi Indonesia ada di level yang relatif lebih tinggi. Demikian pula dengan kinerja fiskal Indonesia. Sampai akhir Mei 2026, pendapatan negara telah tercapai sebesar Rp1.185 triliun dengan defisit yang terkendali,” ungkap Purbaya saat rapat kerja dengan Komisi XI DPR RI di Komplek Parlemen, Jakarta, Senin (15/6/2026).

Bendahara Negara mengatakan, tingkat pendapatan negara tersebut diklaim menunjukkan stabilitas ekonomi dan keberlanjutan fiskal Indonesia tetap terjaga.

Meski begitu, Purbaya mengakui kondisi perekonomian belakangan tetap menantang dan penuh risiko. Sehingga ke depan, pemerintah akan terus mewaspadai dan mencermati kondisi perekonomian global. Di sisi lain, pemerintah juga terus menjaga tingkat defisit dan inflasi.

“Pada triwulan pertama tahun 2026, ekonomi Indonesia berhasil tumbuh tinggi mencapai 5,61 persen dengan inflasi terkendali, neraca perdagangan yang mengalami surplus hingga 72 bulan dan cadangan devisa yang memadai untuk sekitar enam bulan impor,” ungkapnya.

Sampai saat ini Kemenkeu mencatat kinerja ekonomi Indonesia masih tumbuh dan positif, di mana Anggaran Pendapatan dan Belanja Negara (APBN) tetap dioptimalkan sebagai shock absorber (peredam gejolak ekonomi) serta agent of development (agen pembangunan).

Pemerintah mengklaim akan terus menjaga daya beli, stabilitas ekonomi dan meningkatkan pertumbuhan ekonomi ke depan.

“Sementara itu, pertumbuhan kredit dan uang beredar tercatat double digit didorong oleh kuatnya kredit investasi dan likuiditas perekonomian. Aktivitas manufaktur juga menunjukkan kinerja yang ekspansif. Kinerja ekonomi Indonesia juga pada posisi yang lebih baik dalam perspektif global,” imbuhnya.

Sebelumnya, Pemerintah menegaskan kebijakan fiskal tahun 2027 diarahkan untuk mendorong pertumbuhan ekonomi yang lebih tinggi sekaligus mempercepat peningkatan kesejahteraan masyarakat. Purbaya Yudhi Sadewa Menkeu mengatakan pemerintah menampung berbagai pandangan dan masukan fraksi DPR RI.

Katanya, masukan menjadi bagian penting dalam penyempurnaan arah kebijakan ekonomi dan fiskal, yang mencerminkan komitmen bersama untuk menjaga RAPBN Tahun Anggaran 2027 tetap sehat dan efektif, dalam mendukung agenda pembangunan nasional.

“Kami optimis perekonomian Indonesia akan mampu berputar lebih cepat dan tumbuh lebih tinggi sebagai fondasi akselerasi peningkatan kesejahteraan rakyat. Untuk itu, kebijakan fiskal tahun 2027 diarahkan untuk mendorong perekonomian tumbuh lebih tinggi dan rakyat sejahtera lebih cepat,” ujar Menteri Keuangan.

Purbaya menekankan pertumbuhan ekonomi tahun 2027 yang diproyeksikan pada kisaran 5,8-6,5 persen. Target ini penting untuk mendorong target selanjutanya di 2029 yang mencapai delapan persen.

“Untuk mencapai target tersebut, Pemerintah akan memperkuat sinergi kebijakan fiskal, moneter, dan sektor keuangan, mengakselerasi investasi bernilai tambah tinggi yang berorientasi ekspor, serta mengoptimalkan peran Danantara dalam investasi produktif pada sektor strategis,” ungkapnya.(lea/bil/ham)

Berita Terkait


Potret NetterSelengkapnya

Sepeda Motor Terbakar di Genteng Besar

Pelangi Diujung Pagi Surabaya

Mobil Masuk Saluran Air

Perjalanan Menuju Arafah

Surabaya
Senin, 15 Juni 2026
33o
Kurs