Kehadiran Presiden pada peresmian renovasi Stasiun Semarang Tawang mencerminkan komitmen Pemerintah dalam pelestarian cagar budaya nasional sekaligus peningkatan kualitas layanan transportasi publik.
Dari Stasiun Semarang Tawang, RI 1 terjadwal naik Kereta Api Nusantara Explorer untuk menghadiri agenda selanjutnya di Kabupaten Batang.
Pemerintah terus mendorong sinergi antara pelestarian warisan sejarah dan pengembangan infrastruktur modern, supaya bangunan-bangunan bersejarah seperti Stasiun Semarang Tawang bisa terus dimanfaatkan secara produktif, tanpa menghilangkan nilai budaya dan sejarahnya.
Sekadar informasi, Stasiun Semarang Tawang merupakan stasiun kelas besar tipe A yang mulai beroperasi tahun 1914.
Pada Semester I Tahun 2026, stasiun Semarang Tawang mencatatkan kinerja layanan penumpang yang sangat baik, menempati peringkat 4 stasiun tersibuk di Indonesia dengan lebih dari 2,15 juta aktivitas naik-turun penumpang serta tingkat ketepatan waktu (On Time Performance) keberangkatan mencapai 99,45 persen.
Selain nilai operasional, Stasiun Semarang Tawang juga memiliki nilai sejarah nasional yang penting, antara lain sebagai titik keberangkatan Kereta Luar Biasa menuju Bandung pada 10 September 1945, serta lokasi pemberhentian kereta yang membawa Presiden Soekarno dalam rangka perundingan gencatan senjata Pertempuran Lima Hari Semarang pada Oktober 1945.(rid/lta/ipg)
NOW ON AIR SSFM 100

