“Joki kerap dianggap solusi instan atas beban kuliah. Padahal, kebiasaan ini merusak kompetensi dan kejujuran akademik. Parahnya itu merugikan kita sebagai mahasiswa, tugas yang seharusnya bikin kita belajar dan berkembang malah dikerjakan orang lain, kan rugi,” katanya dalam keterangan, Selasa (3/11/2026).
Untuk melawan praktik tersebut, Tim Manjur mengembangkan strategi edukasi terstruktur melalui gerakan SATU, yakni Sebarkan, Ajak, Temui, dan Ukuhkan.
Melalui tahap Sebarkan, mereka mengedukasi publik lewat Instagram dan YouTube. Konten yang disajikan antara lain membedah modus bisnis joki serta podcast literasi akademik bersama dosen.
Selanjutnya, tahap Ajak dilakukan dengan menggandeng organisasi kemahasiswaan. Pada tahap Temui, Tim Manjur turun langsung menyosialisasikan gerakan antijoki ke sejumlah perguruan tinggi, di antaranya Universitas Islam Negeri Sunan Ampel (UINSA) Surabaya, Universitas Nahdlatul Ulama Surabaya (Unusa), hingga Universitas Uluwiyah Mojokerto.
Sementara itu, tahap Ukuhkan diwujudkan melalui deklarasi bersama sebagai bentuk komitmen menolak praktik joki akademik.
NOW ON AIR SSFM 100

