Minggu, 16 Agustus 2026

Presiden Kolombia Minta Trump Tangguhkan Tarif Pascagempa Magnitudo 7,4

Laporan oleh Billy Patoppoi
Bagikan
Kompleks bangunan rumah warga hancur akibat gempa magnitudo 7,4 yang mengguncang Kolombia. Foto: Globalnews

Abelardo de la Espriella Presiden Kolombia meminta Donald Trump Presiden Amerika Serikat (AS) menangguhkan sementara penerapan tarif, di tengah dampak ekonomi akibat gempa bumi magnitudo 7,4 yang mengguncang negaranya pada, Senin (10/8/2026) lalu.

De la Espriella mengaku sudah berbicara melalui telepon dengan Trump selama sekitar 10 menit, Sabtu (15/8/2026) kemarin. Dalam percakapan itu, ia menyampaikan kondisi ekonomi dan tantangan rekonstruksi yang harus dihadapi Kolombia pascagempa.

“Saya meminta beliau (Trump) mempertimbangkan penangguhan sementara tarif tinggi yang memberatkan produk-produk Kolombia, demi meringankan beban para pebisnis kami yang tengah menghadapi situasi sangat sulit akibat dampak gempa,” kata De la Espriella melalui akun X miliknya @ABDELAESPRIELLA, Minggu (16/8/2026).

Melansir laporan OANA, selain membahas tarif, De la Espriella juga menyampaikan terima kasih atas bantuan ekonomi dan dukungan tim penyelamat AS dalam penanganan bencana.

Sementara Trump menyampaikan belasungkawa atas korban jiwa, dan menyatakan solidaritas kepada keluarga yang terdampak gempa. De la Espriella menyebut percakapan keduanya berlangsung hangat dan bersahabat.

Presiden Kolombia menilai negaranya menghadapi pekerjaan besar untuk memulihkan daerah terdampak, terlebih di tengah kondisi perekonomian yang menurutnya sudah sulit sebelum bencana terjadi.

“Saya sampaikan kepada beliau bahwa kita memiliki tantangan besar di depan mata yakni membangun kembali Kolombia di tengah situasi ekonomi yang sangat sulit dan apokaliptik yang saya warisi,” ujarnya.

Gempa magnitudo 7,4 sebelumnya mengguncang bagian barat Kolombia dengan pusat gempa di sekitar San Jose del Palmar, wilayah Choco. Sejumlah kota, termasuk Cali dan Pereira, mengalami kerusakan berat.

Data yang dilaporkan otoritas Kolombia pada Sabtu mencatat 294 orang meninggal dunia, 3.935 orang terluka, 320 orang masih dinyatakan hilang dan 353 orang berhasil diselamatkan.

Gempa juga menyebabkan ribuan bangunan rusak dan membuat banyak warga harus bertahan di tempat pengungsian, sementara operasi pencarian serta pemulihan masih berlangsung di sejumlah wilayah terdampak. (bil/iss)

Soerabaja10k
Berita Terkait


Potret NetterSelengkapnya

Evakuasi Kecelakaan Mobil Terguling di Gunungsari Surabaya

Truk Patah As Tutup Satu Jalur Benowo Surabaya

Sebelum Terbenam

Kecelakaan Beruntun di Gempol, Libatkan 7 Kendaraan

Surabaya
Minggu, 16 Agustus 2026
29o
Kurs