“Dia cuma minta waktu satu sampai tiga bulan. Tapi bagaimana cara mengembalikannya tidak dijelaskan,” katanya.

Oleh karena itu, ia menegaskan bahwa para korban memberikan tenggat waktu kepada pihak perusahaan untuk menunjukkan itikad baik.
Jika dalam dua hingga tiga bulan ke depan belum ada perkembangan pengembalian dana, mereka berencana kembali menempuh langkah lanjutan.
“Kalau sampai waktunya tidak ada realisasi, ya kami akan datang lagi dan menindaklanjutinya,” ujarnya.
Sementara itu, pihak tour and travel masih belum bisa dimintai keterangan hingga berita ini ditulis. Selain itu, kantor juga sedang ditutup dan hanya melayani keluhan korban gagal berangkat tur ke luar negeri dan menuntut uang kembali. (ris/saf/ipg)

NOW ON AIR SSFM 100

