Rabu, 5 Agustus 2026

Quattrick Juara Umum LKS, Dinas Pendidikan Jatim Sebut Pembinaan Sistematis Jadi Kunci

Laporan oleh Risky Pratama
Bagikan
Jawa Timur kembali meraih gelar juara umum Lomba Kompetensi Siswa Pendidikan Menengah (LKS Dikmen) Tingkat Nasional 2026. Foto: Dindik Jatim

Jawa Timur sukses mempertahankan gelar juara umum Lomba Kompetensi Siswa Pendidikan Menengah (LKS Dikmen) Tingkat Nasional 2026 sekaligus mencatatkan quattrick atau empat kali berturut-turut juara sejak 2023.

Pada LKS Nasional 2026, Jatim membukukan 30 medali yang terdiri atas 18 emas, tujuh perak, dan lima perunggu. Raihan itu menempatkan Jatim di atas DKI Jakarta dan Jawa Tengah.

Aries Agung Paewai Kepala Dinas Pendidikan Provinsi Jatim mengatakan, keberhasilan tersebut bukan karena faktor keberuntungan ataupun status tuan rumah, melainkan hasil pembinaan yang dilakukan secara sistematis dan berkelanjutan.

“Target kita jelas, yaitu memberikan hasil terbaik di tingkat nasional. Kompetitor kita juga sangat kuat, terutama Jawa Tengah dan DKI Jakarta. Karena itu seluruh persiapan harus dilakukan secara matang, terukur, dan terus dievaluasi,” terangnya, Selasa (4/8/2026).

Aries menjelaskan pembinaan dimulai dari seleksi berjenjang untuk menjaring peserta terbaik dari seluruh kabupaten/kota di Jatim. Murid yang lolos tingkat provinsi kemudian mengikuti pemusatan latihan selama satu hingga tiga bulan dengan materi yang disesuaikan dengan karakteristik masing-masing bidang lomba.

Tak hanya itu, Dindik Jatim juga memetakan kekuatan setiap cabang lomba melalui evaluasi hasil kompetisi tahun sebelumnya. Setiap kelemahan diperbaiki, sementara keunggulan terus dipertahankan agar mampu bersaing dengan provinsi lain.

“Kita tidak hanya melihat berapa medali yang diperoleh, tetapi mengevaluasi setiap bidang lomba. Kita pelajari bagian mana yang sudah kuat, apa yang masih menjadi kelemahan peserta, serta bagaimana perkembangan kompetitor dari provinsi lain,” ujarnya.

Dalam proses persiapan, Dindik Jatim juga melibatkan tenaga ahli dari dunia usaha dan dunia industri (DUDI), praktisi profesional, hingga mantan peserta dan juara WorldSkills. Peserta dibiasakan menghadapi soal dengan standar nasional, termasuk tantangan mystery box yang baru diketahui saat perlombaan berlangsung.

“Tenaga ahli dari industri dan mantan juara WorldSkills juga menerapkan standar yang tinggi,” ucapnya.

Selain kemampuan teknis, Aries mengatakan bahwa pembinaan juga difokuskan pada penguatan mental bertanding.

“Peserta harus memiliki keterampilan sekaligus mental juara. Kemampuan teknis yang tinggi harus diikuti ketenangan, keberanian mengambil keputusan, disiplin, dan kepercayaan diri ketika berada di arena lomba,” tegasnya.

Raihan empat gelar juara umum secara beruntun, menurutnya hasil kerja bersama seluruh pihak, mulai dari pemerintah provinsi, sekolah, guru pembimbing, mentor, dunia industri hingga para murid.

“Prestasi ini bukan akhir, melainkan energi untuk terus meningkatkan kualitas pendidikan vokasi. Target besarnya adalah melahirkan sumber daya manusia Jawa Timur yang kompeten, adaptif, dan mampu bersaing di tingkat nasional maupun global,” pungkasnya.(ris/saf/ipg)

Soerabaja10k
Berita Terkait


Potret NetterSelengkapnya

Evakuasi Kecelakaan Mobil Terguling di Gunungsari Surabaya

Truk Patah As Tutup Satu Jalur Benowo Surabaya

Sebelum Terbenam

Kecelakaan Beruntun di Gempol, Libatkan 7 Kendaraan

Surabaya
Rabu, 5 Agustus 2026
27o
Kurs