Menurut Wahyu, perubahan perilaku audiens tersebut menuntut perusahaan media untuk beradaptasi dengan cepat. Namun, AI tidak seharusnya dipandang sebagai ancaman, melainkan peluang untuk memperkuat industri media.
“Kita akan mencari peluang dari itu. Harapannya AI tidak menjadi ancaman, tetapi justru menjadi peluang,” katanya.
Wahyu menjelaskan, di balik perkembangan teknologi AI, kebutuhan terhadap konten jurnalistik yang berkualitas justru semakin tinggi. Sistem AI membutuhkan sumber informasi yang akurat, terverifikasi, dan memiliki kredibilitas tinggi, sesuatu yang selama ini menjadi kekuatan media.
“AI membutuhkan konten yang bagus, seperti berita atau informasi yang sudah terverifikasi dan berasal dari liputan lapangan yang teman-teman lakukan setiap hari. Jadi, sebetulnya konten-konten jurnalisme, apalagi dari media lokal, masih sangat penting,” tegasnya.
Wahyu berharap seluruh rangkaian kegiatan, termasuk pelatihan yang mendahului seminar, dapat menjadi bekal bagi perusahaan media untuk menghadapi perubahan lanskap digital yang semakin cepat.

NOW ON AIR SSFM 100

