“Karena apa? Kita bisa melihat, satu dapurnya itu seperti apa. Cara kerjanya seperti apa? Jangan ketika ada musibah seperti ini, kami (yang) dimarah-marahin (warga). Kemarin (saat) di rumah sakit pun saya dimarah-marahin,” ujarnya.
Subandi mengaku pemerintah daerah selama ini tidak mengetahui secara langsung apakah SPPG yang menjalankan program MBG di Sidoarjo memenuhi standar kelayakan atau tidak.
“Terkait masalah MBG ini, kami sebagai pimpinan daerah tidak tahu. SPPG ini layak dan tidak ini, kami tidak tahu,” kata Subandi.
Karena itu, Pemkab Sidoarjo akan melakukan pemeriksaan terhadap sejumlah lokasi yang berkaitan dengan distribusi MBG. Subandi mengatakan tim dari pemerintah daerah akan turun ke lapangan untuk mengecek kondisi lokasi, termasuk melibatkan Dinas Kesehatan, perizinan, dan unsur terkait lainnya.
Pemeriksaan tersebut dilakukan setelah munculnya kasus ratusan anak yang mengalami gangguan kesehatan usai menyantap makanan MBG pada Selasa siang.











