Ratusan mahasiswa Universitas Islam Negeri Sunan Ampel Surabaya (UINSA) memasuki Gedung Rektorat UINSA dalam aksi demonstrasi menolak Akhmad Muzakki menjabat rektor dua periode, Senin (21/9/2026).
Massa aksi mempertanyakan keberadaan Muzakki Rektor UINSA di dalam gedung rektorat, sembari meneriakkan tuntutan aksi.
Pantauan suarasurabaya.net, para mahasiswa UINSA merangasek masuk ke gedung rektorat setelah sebelumnya melakukan aksi penyegelan gerbang utama kampus.
Fadlurrakhman Fazle Purwardana, Wakil Presiden Dewan Eksekutif Mahasiswa (DEMA) UINSA mengatakan, aksi mahasiswa akan terus dilanjutkan sampai tuntutan mahasiswa dipenuhi.
“Tidak ada tenggat waktunya,” katanya.

Bahkan jika diperlukan, ia menyatakan bahwa mahasiswa siap memperpanjang aksi penyegelan.
“Kalau memang nanti dirasa perlu untuk menyegel lebih lama, kita kan segel satu minggu, dua minggu, tiga minggu, satu bulan pun,” ujarnya.
Ia mengklaim, sejauh ini belum ada upaya dari Muzakki untuk menemui langsung massa aksi yang membawa tuntutan 7+1 tersebut.
Berikut tuntutan 7+1 mahasiswa UINSA:
- Mengundurkan diri atau diberhentikan secara tidak hormat Akhmad Muzakki selaku Rektor UINSA Surabaya
- Hentikan segala bentuk korupsi kolusi dan nepotisme di civitas akademika
- Perbaiki sistem penetapan dan peninjauan dan banding UKT
- Tuntaskan keterlambatan pemenuhan hak mahasiswa baru
- Evaluasi fasilitas dan kebijakan tata kelola kemahasiswaan
- Evaluasi tata kelola keterbukaan informasi publik
- Evaluasi kebijakan penerimaan mahasiswa baru dan kapasitas fasilitas
- Cabut kebijakan pembatasan jam malam di lingkungan civitas akademika
(ris/bil/ipg)










