Sabtu, 25 Juli 2026

Rayakan Hari Anak Nasional 2026, Ribuan Gen Alpha Banyuwangi Main Permainan Tradisional

Laporan oleh Muhammad Syafaruddin
Bagikan
Festival Memengan Tradisional dalam rangka memperingati Hari Anak Nasional (HAN) 2026, digelar di Taman Blambangan, Banyuwangi pada Sabtu (25/6/2026). Foto: Humas Pemkab Banyuwangi

Ribuan siswa TK dan SD dari berbagai kecamatan di Banyuwangi memadati Taman Blambangan pada Sabtu (25/6/2026) untuk mengikuti Festival Memengan Tradisional dalam rangka memperingati Hari Anak Nasional (HAN) 2026.

Kegiatan ini menjadi upaya Pemerintah Kabupaten Banyuwangi mengenalkan kembali permainan tradisional kepada generasi alpha sekaligus menanamkan nilai-nilai karakter yang diwariskan leluhur.

Berbagai permainan tradisional yang kini mulai jarang dimainkan kembali dihadirkan dalam festival tersebut. Mulai dari gobak sodor, engklek, lompat tali, congklak, bekel, egrang, terompah, hula hoop, bedil-bedilan, mobil-mobilan dari kulit buah pomelo, hingga semprongan karet dimainkan dengan antusias oleh para peserta.

Ipuk Fiestiandani Bupati Banyuwangi mengatakan, Festival Memengan Tradisional bukan sekadar menghadirkan permainan lawas, tetapi juga menjadi sarana pendidikan karakter bagi anak-anak melalui aktivitas yang menyenangkan.

“Festival ini merupakan bagian dari upaya Pemkab untuk melestarikan kurikulum pendidikan karakter yang dibangun leluhur yang mengajarkan tentang social intelligence, teamwork, problem solving, disiplin, serta kemampuan berbesar hati saat mengalami kekalahan. Semua nilai positif ini bisa didapatkan lewat permainan tradisional yang mereka mainkan hari ini,” kata Ipuk.

Menurut Ipuk, permainan tradisional mampu melatih kemampuan bersosialisasi, kerja sama, sportivitas, hingga kreativitas anak.

Nilai-nilai tersebut dinilai penting untuk membentuk karakter generasi muda di tengah pesatnya perkembangan teknologi digital.

Selain melestarikan budaya, festival ini juga menjadi salah satu upaya mengurangi ketergantungan anak terhadap gawai.

Ipuk menilai teknologi tidak bisa dipisahkan dari kehidupan anak-anak, namun perlu diimbangi dengan aktivitas yang mendorong interaksi sosial dan aktivitas fisik.

“Teknologi tidak bisa kita hindarkan dari anak-anak. Namun kita bisa mencari penyeimbang agar teknologi tidak sampai merusak karakter mereka. Salah satunya, dengan diberikan ruang berinteraksi semacam ini,” ujarnya.

Alfian Plt Kepala Dinas Pendidikan Banyuwangi menjelaskan, Festival Memengan Tradisional diikuti hampir seribu siswa TK dan SD yang berasal dari 25 kecamatan di Banyuwangi.

“Kegiatan ini untuk mengenalkan permainan tradisional pada anak-anak dan melestarikannya,” kata Alfian. (saf/faz)

Soerabaja10k
Berita Terkait


Potret NetterSelengkapnya

Truk Muat Besi Terguling di Sukomanunggal Surabaya

Muatan Menggunung

Pelangi di Ujung Pagi Surabaya

Surabaya
Sabtu, 25 Juli 2026
29o
Kurs