Dilansir dari Antara, Jumhur mengungkapkan bahwa mangrove memiliki kemampuan menyerap karbon empat hingga lima kali lebih besar dibandingkan vegetasi daratan pada umumnya.
Karena itu, satu hektare hutan mangrove disebut memiliki kemampuan menyerap emisi karbon yang setara dengan sekitar empat hektare tanaman daratan.
Menurutnya, kemampuan tersebut menjadikan rehabilitasi mangrove sebagai salah satu strategi penting dalam menekan dampak perubahan iklim sekaligus mengimbangi peningkatan emisi karbon yang dihasilkan berbagai aktivitas ekonomi.
Ke depan, pemerintah tidak hanya mengandalkan pendanaan dari APBN maupun APBD untuk memperluas rehabilitasi mangrove. Skema pembiayaan juga akan diperkuat melalui perdagangan karbon internasional dengan melibatkan sektor swasta.
Jumhur menyebut mekanisme pasar karbon dapat membuka peluang investasi berskala besar untuk mendukung rehabilitasi ratusan ribu hektare kawasan mangrove di Indonesia.

NOW ON AIR SSFM 100

