Menurutnya, sejumlah investor telah menyatakan minat untuk berinvestasi dalam program rehabilitasi mangrove yang dipadukan dengan skema perdagangan karbon.
Selain memberikan keuntungan bagi investor, rehabilitasi mangrove juga diproyeksikan mampu menciptakan lapangan kerja hijau atau green jobs bagi masyarakat.
Masyarakat yang terlibat dalam pemeliharaan kawasan mangrove akan memperoleh upah selama proses perawatan, sekaligus berpeluang mendapatkan manfaat ekonomi melalui skema pembagian hasil (benefit sharing) dari perdagangan karbon.
Pemerintah juga tengah menghitung besaran kontribusi sektor pemulihan lingkungan berbasis pasar karbon terhadap pertumbuhan ekonomi nasional dalam satu hingga dua tahun ke depan, termasuk potensi penyerapan jutaan tenaga kerja.
“Berdasarkan berbagai perhitungan yang kami lakukan, membangun Indonesia melalui pemulihan lingkungan dengan memanfaatkan mekanisme pasar karbon merupakan kegiatan usaha yang menguntungkan,” ujar Jumhur.
Ia menambahkan Indonesia memiliki modal besar untuk mengembangkan ekonomi hijau karena didukung wilayah laut yang luas, ekosistem mangrove yang melimpah, serta kondisi geografis yang sangat mendukung pengembangan perdagangan karbon. (ant/saf/ham)

NOW ON AIR SSFM 100

