Selain itu, konsep penyajiannya bisa dibentuk sesuai selera anak agar mau dimakan, salah satu contohnya model prasmanan.
Menurutnya, niat mulia memberi gizi pada anak-anak perlu dibarengi dengan upaya untuk memastikan makanan yang dikonsumsi aman dan memenuhi standar. Oleh karena itu, ia merekomendasikan untuk meninjau ulang konsep MBG, mengevaluasi secara objektif dan menyeluruh.
Ia menekankan bahwa peninjauan merupakan hal penting, karena maslaah tersebut membuat orang tua sangat sedih.
Sementara itu, Damayanti Rusli dari Unit Kerja Koordinasi (UKK) Nutrisi dan Penyakit Metabolik IDAI menjelaskan, keracunan pangan disebabkan oleh dua hal, pertama food-based hazard yang datang dari paparan kimia, fisik pada makanan. Contohnya bakteri, jamur, cacing, pestisida.
“Yang kedua adalah si orang sendiri, orang tersebut yang menyebabkan hazardnya tadi. Jadi, bisa dari makanannya, bisa dari perilakunya untuk mengolah makanan,” katanya.

NOW ON AIR SSFM 100

