Khofifah menjelaskan, Resolusi Jihad yang dimotori Hadratussyekh KH Hasyim Asy’ari pendiri Nahdlatul Ulama (NU) menjadi bagian penting dari sejarah perjuangan bangsa sekaligus pengingat bagi generasi sekarang untuk menjaga kemerdekaan.
“Para santri Jawa dan Madura, fardu ain membela negara, mempertahankan kemerdekaan Republik Indonesia. Inilah yang sesungguhnya menjadi bagian penting kenapa ada Hari Santri,” ucapnya.
Ia menegaskan, semangat perjuangan tersebut perlu terus diwariskan agar santri tetap siap mengambil peran dalam menjaga keutuhan bangsa dan mempertahankan kemerdekaan Indonesia.
“Ini menjadi seruan untuk membela negara, menjaga kemerdekaan Republik Indonesia, dan ini dimotori oleh pendiri NU, Hadratussyekh Hasyim Asy’ari. Makanya santri harus siap menjadi garda depan,” ucapnya.
Melalui Jawa Timur Berselawat dan Tabligh Akbar, pihaknya berharap peringatan Hari Jadi ke-81 Provinsi Jawa Timur dan Hari Santri Nasional 2026 menjadi momentum untuk memperkuat kecintaan kepada Nabi Muhammad SAW, merawat persatuan, serta menghidupkan kembali semangat perjuangan santri dalam menjaga kemerdekaan Indonesia.
“Semoga Allah Jaga Indonesia, semoga damai, dan menjadi Baldatun Thoyyibatun wa Rabbun Ghofur,” pungkasnya.(ris/wld/faz)
NOW ON AIR SSFM 100

