Said Iqbal Penasihat Presiden bidang Ketenagakerjaan dan Kesejahteraan Buruh mengatakan, dirinya akan membuat analisis besaran kenaikan upah, setelah dilantik oleh presiden pada Senin (8/6/2026) sore.
Ia mengatakan, dirinya akan mendorong penyerapan tenaga kerja.
“Mudah-mudahan dengan saya masuk ke dalam penasihat khusus presiden ini, sebelum itu terjadi kami akan membuat analisis kebijakan terhadap berapa besaran kenaikan upah. Bagaimana dampaknya terhadap penyerapan tenaga kerja. Kebetulan saya S2 saya di situ, testis saya di situ. Jadi saya paham benar makanya kenapa saya paling keras tentang upah,” ungkap Said di Istana Kepresidenan, Jakarta, Senin (8/6/2026).
Beberapa yang masuk analisa adalah variabel upah, inflasi, pertumbuhan ekonomi dan teknologi. Said menjelaskan, dia akan menghitung potensi penyerapan tenaga kerja yang dilihat dari kenaikan pah.
“Yang paling gampang sebenarnya contoh kenaikan upah tadi disinggung. Makan di warteg berapa? Misal katakan sekali makan Rp20.000 kali 3 = Rp60.000. Transportasi sebulan berapa? Misal Rp1.000.000, Rp60.000 kali 30 hari sama dengan 1,8. Transportasi Rp1.000.000 2,8. Sewa rumah berapa? Kan gampang sebenarnya ngitungnya. Menghitung kebutuhan dasar. Tinggal nanti kebutuhan misal buat sekolah, anak,” ungkapnya.
Said mengatakan, dirinya akan menggunakan prinsip-prinsip perjuangan kelompok buruh selama menjadi penasihat Presiden.
“Termasuk nanti yang paling agak berat memang rancangan undang-undang ketenagakerjaan. Apa yang saya sampaikan ini bukan berarti tidak pro kepada pengusaha, ada namanya pro job. Kan tidak mungkin pertumbuhan ekonomi terbangun, kalau perusahaannya juga terganggu operasionalnya,” katanya.
Katanya pelaku usaha harus diberikan ruang untuk bertumbuh, sehingga perekonomian juga bisa didorong ke depan. Said mengeklaim sudah memahami sistem di perusahaan, misalnya cost structure yang dituangkan dalam bisnis plan
“Dan untuk mendatangi kalau ada hal-hal misal PHK yang dalam waktu dekat ini, ada ancaman ya saya harus memastikan turun ke lapangan bersama kawan-kawan Serikat Buruh, karena peran Serikat Buruh menjadi penting,” ungkapnya.
Said menyatakan, dirinya tetap menjadi aktivis buruh dan terus berjalan dengan kelompok buruh memperjuangkan persoalan keternagakerjaan.
“Saya masih jadi Presiden KSPI dan Presiden Partai Buruh,” pungkasnya. (lea/saf/ipg)
NOW ON AIR SSFM 100

