Sabtu, 8 Agustus 2026

Sayembara Pemkot Surabaya, Warga yang Foto Aksi Pencurian Aset Kota Dapat Rp300 Ribu

Laporan oleh Billy Patoppoi
Bagikan
M. Fikser (tengah) Kepala Dinas Lingkungan Hidup (DLH) Kota Surabaya dan Irna Pawanti (kiri) Kepala Satpol PP Kota Surabaya soal asetmilik Pemerintah Kota Surabaya yang dicuri maling, mulai lampu, kabel, hingga kursi taman saat mengisi program talkshow Semanggi Suroboyo di Radio Suara Surabaya, Jumat (7/8/2026). Foto: Billy suarasurabaya.net

Pemerintah Kota (Pemkot) Surabaya lewat Dinas Lingkungan Hidup (DLH) mengadakan sayembara berupa apresiasi Rp300 ribu bagi warga yang mendokumentasikan pelaku pencurian fasilitas publik maupun pembuangan sampah sembarangan.

Ajakan untuk warga mengawasi fasilitas publik itu menyusul maraknya pencurian aset milik kota, mulai lampu, kabel, pot bungan, hingga yang viral belakangan kursi beton besi taman berlogo pemkot.

M. Fikser Kepala Dinas Lingkungan Hidup (DLH) Kota Surabaya mengatakan, keterlibatan warga diperlukan karena pengawasan fasilitas publik tidak mungkin hanya mengandalkan petugas pemerintah.

“Jadi kita membuat sayembara ini memang sudah lama ya. Bukan hanya untuk yang melapor kehilangan ya. Jadi bukan sekedar melapor, tapi harus (kalau) ada orang yang melakukan pengambilan pencurian cukup difoto, upload ke IG (Instagram)-nya Dinas Lingkungan Hidup. Itu kita respon, kita berikan dia uang Rp300.000,” kata Fikser saat mengisi program talkshow Semanggi Suroboyo di Radio Suara Surabaya, Jumat (7/8/2026).

BACA JUGA: DLH Surabaya Catat Ada 47 Kursi Taman yang Hilang Dicuri sejak 2016

Sayembara itu, lanjut Fikser, juga berlaku untuk warga yang buang sampah sembarangan seperti di sungai. “Pokoknya orangnya foto, kirim ke kami, kami apresiasi gitu loh. Kami kasih Rp300.000,” ucapnya.

Kepala DLH mengatakan, stimulan ini perlu untuk menggugah kepedulian masyarakat. “Jadi itu untuk menggugah masyarakat ya, supaya mau peduli bersama-sama dengan kami gitu ya. Memang perlu ada stimulan,” ucapnya.

Menurutnya, kepedulian masyarakat jadi penting lantaran pelaku pencurian fasilitas kota terkadang beraksi seolah-olah sedang melakukan pekerjaan resmi. Bahkan, kebanyakan warga terkecoh karena mengira orang yang memotong atau mengangkut fasilitas taman adalah petugas perawatan.

“Jadi kadang-kadang dikira itu mungkin petugas dari kebersihan ya, atau melakukan perawatan gitu ya. Jadi orang ngambil ya biasa saja begitu. Karena enggak ada warga juga yang mau berhenti mau menanyakan, ‘Loh, ini ada apa?’ kan itu yang kurang,” katanya.

Selain melibatkan masyarakat, Satpol PP Kota Surabaya turut memperkuat pengawasan melalui patroli di sejumlah kawasan. Irna Pawanti Plt. Kepala Satpol PP Kota Surabaya mengatakan, pengawasan dilakukan salah satunya lewat tim Jolodoro yang berpatroli jalan kaki maupun bersepeda di 127 titik pedestrian.

Kemudian pada malam hingga dini hari, Satpol PP juga melakukan patroli Asuhan Rembulan bersama BPBD dan Dinas Pemadam Kebakaran dan Penyelamatan di 31 kecamatan, mulai pukul 00.00 hingga 04.00 WIB.

Hasil patroli itu, salah satunya pengungkapan pencurian kursi milik Pemkot Surabaya di dekat toko loak, saat patroli di kawasan Kaliwaron. Kasus itu akhirnya juga dikembangkan bersama kepolisian.

BACA JUGA: Satpol PP Surabaya Ungkap Maling Pakai Ambulans Pribadi untuk Angkut Kursi Curian Milik Pemkot

Pengawasan lapangan tersebut sebelumnya turut membantu mengungkap pencurian kursi milik Pemkot. Saat berpatroli di Kaliwaron, petugas Satpol PP mencurigai dua kursi berlogo Pemkot yang berada di dekat tempat penampungan barang bekas hingga akhirnya kasus tersebut dikembangkan bersama kepolisian.(bil/iss)

Soerabaja10k
Berita Terkait


Potret NetterSelengkapnya

Evakuasi Kecelakaan Mobil Terguling di Gunungsari Surabaya

Truk Patah As Tutup Satu Jalur Benowo Surabaya

Sebelum Terbenam

Kecelakaan Beruntun di Gempol, Libatkan 7 Kendaraan

Surabaya
Sabtu, 8 Agustus 2026
33o
Kurs