Rabu, 29 Juli 2026

Sekolah Rakyat Terintegrasi 2 Surabaya Siap Mulai MPLS 31 Juli 2026

Laporan oleh Wildan Pratama
Bagikan
Muhammad Qodari Kepala Badan Komunikasi Pemerintah (Bakom) RI saat melakukan ruang kelas SR Terintegrasi 2 Kota Surabaya, pada Selasa (28/7/2026). Foto: Wildan suarasurabaya.net

Pemerintah pusat memastikan Sekolah Rakyat Terintegrasi 2 yang berlokasi di kawasan Kedung Cowek, Kota Surabaya siap menggelar masa perkenalan lingkungan sekolah (MPLS) pada Jumat (31/7/2026) mendatang.

Kepastian operasional SR di Kedung Cowek tersebut disampaikan Muhammad Qodari Kepala Badan Komunikasi Pemerintah (Bakom) RI saat melakukan pengecekan fisik bangunan pada Selasa (28/7/2026) petang tadi.

Ia menyebut proses pembangunan telah memasuki tahap finishing. Sebagian besar fasilitas siap difungsikan, meliputi fasilitas asrama, seperti tempat tidur dan lemari.

Kemudian peralatan belajar mengajar, serta sarana prasarana olahraga, seperti lapangan ɓasket dan mini soccer sudah tuntas pengerjaannya.

“Hampir semua fasilitas sudah selesai. Yang belum peralatan laboratorium. Tapi minggu ini, akan masuk. Sehingga pas MPLS semuanya sudah lengkap,” ujar Qodari.

Kepala Bakom RI itu menjelaskan bahwa pembangunan fasilitas pendidikan SR dirancang khusus untuk memfasilitasi anak-anak dari keluarga desil 1 dan 2 atau masyarakat kurang mampu.

Pembangunan sekolah dengan format asrama ini diharapkan menjadi jalan perubahan nasib bagi keluarga prasejahtera karena menerapkan tiga kurikulum sekaligus.

“Mudah-mudahan tempat ini akan menjadi pintu, menjadi jalan bagi perubahan nasib anak-anak kita yang kurang beruntung,” jelasnya.

Sementara itu total daya tampung SR Terintegrasi 2 Surabaya mencapai 370 anak. Dengan rincian 100 siswa lama dari Sekolah Rakyat Rintisan, sedangkan 270 siswa lainnya adalah peserta didik baru khusus wilayah Surabaya.

Kemudian pada tahap awal operasional ini, Qodari menyebut manajemen sekolah masih dalam satu pengelolaan untuk sementara waktu meliputi jenjang SD, SMP dan SMA.

“Nanti ke depan tiap-tiap jenjang akan ada kepala sekolah masing-masing,” katanya.

Secara keseluruhan, Jatim menjadi daerah dengan pembangunan SR terbanyak di Indonesia. Yang mana terdapat 18 titik Sekolah Rakyat permanen dan 26 titik Sekolah Rakyat rintisan di berbagai wilayah.

Qodari berharap program SR dengan berbagai fasilitas yang memadai ini dapat memberi kesempatan bagi siswa dari keluarga desil 1 dan 2 untuk mengubah nasib lewat jalur pendidikan.

​”Fasilitas ini biasanya swasta yang sangat bagus, mahal. Dan ini ditujukan untuk kalangan kurang beruntung. Jadi ini mengangkat harkat dan martabat bangsa, agar semua memiliki kesempatan yang sama untuk maju lewat jalur pendidikan,” pungkasnya. (wld/saf/ipg)

Soerabaja10k
Berita Terkait


Potret NetterSelengkapnya

Kecelakaan Beruntun di Gempol, Libatkan 7 Kendaraan

Truk Muat Besi Terguling di Sukomanunggal Surabaya

Muatan Menggunung

Surabaya
Rabu, 29 Juli 2026
27o
Kurs