Irjen Pol Anwar, Asisten Kapolri Bidang SDM mengatakan penerapan sistem seleksi berbasis merit menjadi langkah penting dalam mencetak calon perwira Polri yang berkualitas.
“Penerimaan Taruna dan Taruni Akademi Kepolisian tahun ini menunjukkan peningkatan signifikan pada kualitas peserta. Kami terus mendorong sistem seleksi yang objektif, transparan, dan mampu menjaring calon-calon perwira Polri terbaik,” ujar Anwar dalam keterangan resminya, Selasa (28/7/2026).
Objektivitas seleksi juga diperkuat melalui prinsip Bersih, Transparan, Akuntabel, dan Humanis (BETAH). Untuk memastikan seluruh tahapan berjalan secara terbuka, Polri menggandeng berbagai lembaga independen sebagai pengawas, di antaranya Ombudsman RI, Setara Institute, Centra Initiative, Amnesty International Indonesia, serta Komisi Percepatan Reformasi Polri (KPRP).
Komposisi penilaian dilakukan secara proporsional, yakni Tes Potensi Akademik sebesar 30 persen, Bahasa Inggris 30 persen, Kesamaptaan Jasmani 30 persen, dan Penampilan 10 persen.
Hasil seleksi menunjukkan persaingan yang semakin kompetitif, dengan nilai tertinggi Tes Potensi Akademik mencapai 80 dan nilai tertinggi Bahasa Inggris sebesar 82.

NOW ON AIR SSFM 100

