“Berdasarkan evaluasi kami, Komdigi, mekanisme tersebut belum sesuai dengan amanah putusan MK karena sifatnya masih preventif dan belum memberikan perlindungan terhadap nilai ekonomi sisa kuota pelanggan secara langsung,” ujar Denny dilansir dari Antara.
Berbeda dengan XLSMART, penerapan rollover pada IOH masih mencakup sebagian kecil dari paket yang dievaluasi. Dari 94 paket internet yang dilaporkan, baru 23 paket yang menggunakan mekanisme rollover.
Sebanyak 71 paket lainnya masih menggunakan bentuk perlindungan berupa penguatan informasi dan notifikasi. IOH memberikan tambahan notifikasi kepada pelanggan tujuh hari dan dua hari sebelum masa berlaku paket berakhir.
Pada Telkomsel, dari 95 paket internet yang dilaporkan, sebanyak 19 paket telah menggunakan mekanisme rollover. Adapun 76 paket lainnya masih mengandalkan perlindungan melalui notifikasi terkait masa berlaku serta sisa kuota pelanggan.
Kemkomdigi juga mencatat adanya kendala teknis dalam pengembangan sejumlah paket rollover Telkomsel. Kondisi tersebut membuat sebagian jadwal peluncuran paket bergeser dari 28 September menjadi minggu pertama Oktober 2026.

NOW ON AIR SSFM 100

