“Sementara itu seperti itu. Ini juga masih berproses nanti sambil kami lengkapi berkas untuk penyidikan yang demikian,” ungkapnya.
Sedangkan terkait obat yang dibawa dan diminum Yusuf hingga menyebabkan ia mengantuk dan menabrak belasan kendaraan, saat ini masih diuji di laboratorium. Polisi juga masih mendalami kebenaran obat tersebut berasal dari resep dokter, sesuai pengakuan Yusuf.
“Itu ada beberapa obat yang menurut pengakuan beliau (Yusuf) ada resep dari dokter. Kami juga belum tahu apa dan kami juga tidak punya kompetensi untuk menjelaskan itu obat apa. Jadi, sementara ini obat masih kami serahkan kepada Sidokes dan Sat Narkoba Polrestabes Surabaya, dan sudah diserahkan ke lab untuk diuji dan kami juga belum keluar hasil dari lab seperti apa,” paparnya.
Selain itu, penyidik mendalami rangkaian kejadian setelah tabrakan pertama. Yusuf membantah berniat melarikan diri sebelum kemudian terlibat tabrakan dengan sejumlah kendaraan lainnya.
“Kalau dari dari pengakuannya beliau, beliau tidak ada untuk melarikan diri. Jadi, ya itu kalau yang pas kecelakaan, yang beruntun itu, dia keluar dari mobil ingin melihat korban-korban laka itu pengin bantu menolong. Dari pengakuannya seperti itu kira-kira,” tutup Galih.
Sebelumnya, Yusuf mengaku sedang tidak enak badan saat perjalanan untuk menjemput bosnya dengan mobil Alphard itu. Ia kemudian merasa mengantuk dan sempat menabrak kendaraan lain sekitar 500 meter. Mobil yang dikemudikannya baru berhenti di depan Dealer Honda Daya Motor Surabaya setelah terlibat tabrakan beruntun. (lta/bil/ipg)








