Aktivitas yang padat dan cuaca panas di Arab Saudi membuat jemaah haji dengan penyakit tertentu rentan mengalami gejala kesehatan.
Oleh karena itu jemaah haji disarankan membawa obat-obatan pribadi.Terutama bagi yang memiliki penyakit kronis seperti diabetes melitus, hipertensi.
Namun dokter Mega Ratnasari PPIH Kloter 5 Bidang Kesehatan mengatakan ada sejumlah syarat yang harus diperhatikan jemaah haji apabila ingin membawa obat pribadi.
Pertama, jemaah bisa meminta data obat-obatan ke puskesmas yang menjadi tempat melakukan pemeriksaan kesehatan. Data obat itu nantinya akan diinput ke dalam Siskohatkes (Sistem Komputerisasi Haji Terpadu Bidang Kesehatan)
“Di sana akan diminta data obat dan dimasukkan dalam Siskohatkes. Setelah itu data obat akan dicetak oleh Puskesmas dan dibawakan ke jemaah haji masing-masing,” ujar dokter Mega kepada suarasurabaya.net, Kamis (23/4/2026).
Setelah itu, data obat akan dicetak oleh puskesmas dan dibawakan ke jemaah haji masing-masing.
Saat masuk Asrama Haji Embarkasi Surabaya, data obat dimintakan persetujuan ke Balai Besar Karantina Kesehatan (BBKK). Jika syarat ini sudah lengkap, maka obat obatan itu bisa lolos dibawa ke Arab Saudi.
Dokter Mega menegaskan, bukan hanya obat obatan saja yang membutuhkan persyaratan administrasi. Berlaku juga untuk suplemen atau vitamin yang dibawa oleh Jamaah Haji.(wid/wld/ham)
NOW ON AIR SSFM 100
