Senin, 22 Juni 2026

Tekan Angka Pengangguran, LLDIKTI Jatim Minta Kampus Ciptakan Wirausaha Baru

Laporan oleh Risky Pratama
Bagikan
Prof. Dyah Sawitri Kepala LLDIKTI Wilayah VII Jawa Timur bersama Prof. Sandro Mihradi Kepala Pusat Pembiayaan dan Asesmen Pendidikan Tinggi Kemdiktisaintek di Surabaya, pada Senin (22/6/2026). Foto: Risky suarasurabaya.net

Lembaga Layanan Pendidikan Tinggi (LLDIKTI) Wilayah VII Jawa Timur menegaskan kampus harus mencetak lulusan yang siap kerja dan mampu menciptakan lapangan pekerjaan untuk menghadapi masalah pengangguran di jenjang sarjana.

Prof. Dyah Sawitri Kepala LLDIKTI Wilayah VII Jawa Timur mengatakan, perguruan tinggi memiliki peluang besar untuk menjadi bagian dari solusi atas persoalan pengangguran melalui berbagai program unggulan yang telah disiapkan.

“Kami justru saat ini menjadi peluang dan kekuatan baru dengan ada program-program unggulan LLDIKTI, semua itu bisa diatasi dan masyarakat di Jatim mampu terserap dalam pekerjaan sesuai dengan kompetensinya. Itu harapan kami,” katanya di Surabaya, pada Senin (22/6/2026).

Menurut Dyah, keberhasilan sebuah kampus saat ini dapat diukur dari tiga indikator utama, yakni apakah lulusannya siap bekerja, mampu menjadi pencipta lapangan kerja, atau memberi dampak nyata bagi masyarakat.

Ketiga indikator itu, kata dia, menjadi target penting yang harus diwujudkan perguruan tinggi di Jatim agar pendidikan tinggi memberikan manfaat nyata bagi pembangunan nasional.

Ia menyatakan bahwa hal tersebut juga menjadi salah satu fokus utama dalam Rapat Kerja Pimpinan (Rakerpim) Perguruan Tinggi Wilayah VII Jawa Timur yang mengusung tema “Peranan Strategis IKU untuk Kampus Berdampak”.

Dalam forum tersebut, LLDIKTI memperkenalkan program unggulan bernama Kakak Tanggu sebagai strategi untuk memperkuat kualitas sumber daya manusia dan menjawab tantangan dunia kerja.

“Salah satu yang menjadi kekuatan kita dan sudah kami presentasikan ke pusat adalah Kakak Tangguh,” ucapnya.

Ia menjelaskan, Kakak Tangguh dirancang sebagai pondasi untuk menghasilkan SDM unggul menuju Indonesia Emas, sekaligus memastikan kampus memiliki kontribusi langsung kepada masyarakat.

Program tersebut dijalankan melalui pemetaan wilayah di Jatim yang dibagi menjadi empat kawasan utama, yakni Pantura, Arek, Mataraman, dan Pesisir. Pembagian itu dilakukan agar implementasi program dapat disesuaikan dengan karakteristik dan kebutuhan masing-masing daerah.

“Bagian itu akan menjadi kekuatan tersendiri bagi kita untuk mengimplementasikan Kakak Tangguh,” ucapnya.

Prof. Sandro Mihradi Kepala Pusat Pembiayaan dan Asesmen Pendidikan Tinggi Kementerian Pendidikan Tinggi, Sains, dan Teknologi (Kemdiktisaintek) menyampaikan dukungannya terhadap upaya peningkatan mutu perguruan tinggi di Jatim.

“Kami sudah mendengar target Jatim untuk meningkatkan capaian akreditasi unggul hingga dua kali lipat. Ini menjadi salah satu komitmen yang kami dukung dan mudah-mudahan menjadi komitmen bersama seluruh perguruan tinggi di Jawa Timur,” ucapnya.

Sandro menegaskan bahwa peningkatan akses pendidikan tinggi harus berjalan seiring dengan peningkatan kualitas. Sehingga, berbagai program bantuan pendidikan yang disalurkan pemerintah dapat menghasilkan lulusan yang kompeten dan berdaya saing.

“Sehingga kita bisa yakin ketika KIP Kuliah disalurkan kepada mahasiswa, mereka dapat kuliah di kampus yang bermutu,” ucapnya

Prof. Mukhamad Nadjib Direktur Kelembagaan Kemdiktisaintek menambahkan bahwa peningkatan mutu pendidikan juga penting agar mahasiswa, termasuk penerima KIP Kuliah bisa meningkatkan daya saing.

“Ini komitmen mutu kita bersama, agar mahasiswa KIP Kuliah bisa belajar di tempat bermutu dan lulusannya tidak menambah pengangguran,” pungkasnya. (ris/saf/ipg)

Berita Terkait


Potret NetterSelengkapnya

Sepeda Motor Terbakar di Genteng Besar

Pelangi Diujung Pagi Surabaya

Mobil Masuk Saluran Air

Perjalanan Menuju Arafah

Surabaya
Senin, 22 Juni 2026
31o
Kurs