Badan Pusat Statistik (BPS) Jawa Timur merilis data terbaru yang mencatatkan tren positif pada angka partisipasi kerja masyarakat yang mencapai 25,14 juta orang hingga Februari 2026.
Jumlah pekerja tersebut mencatatkan pertumbuhan angkatan kerja baru sebanyak 386,19 ribu orang dibandingkan periode yang sama pada tahun lalu.
Pertumbuhan ini juga mendongkrak Tingkat Partisipasi Angkatan Kerja (TPAK) Jatim ke level 74,78 persen. Angka ini menjadi indikator bahwa gairah masyarakat untuk masuk ke pasar kerja meningkat.
Nurul Andriana Statistisi Ahli Madya BPS Provinsi Jatim menjelaskan, lapangan usaha yang menyerap tenaga kerja terbanyak didominasi sektor tradisional seperti pertanian, kehutanan dan perikanan dengan total 7,70 juta pekerja atau sekitar 31,76 persen dari total penduduk bekerja di Jatim.
“Penduduk bekerja pada Februari 2026 mencapai 24,25 juta orang, meningkat 388,04 ribu orang dibandingkan Februari 2025,” ujar Nurul Andriana saat konferensi pers, Selasa (5/5/2026).
Meski mencatat pertumbuhan positif, namun BPS juga menyebut terjadi pergeseran struktur yang mana penduduk bekerja di sektor formal justru menurun 0,53 persen poin kini berada di angka 35,56 persen.
Data tersebut mengindikasikan bahwa sebagian besar lapangan kerja yang tercipta masih didominasi oleh sektor informal.
“Pekerja informal meningkat 15,25 juta orang menjadi 15,63 juta orang,” tuturnya.
Selain itu BPS juga mengungkap Tingkat Pengangguran Terbuka (TPT) secara umum turun tipis menjadi 3,55 persen, angka pengangguran justru terkonsentrasi pada penduduk berpendidikan tinggi.
“Kalau di Februari 2025 3,61 persen jadi kita mengalami penurunan sebesar 3,55 persen atau sekitar 892,64 ribu orang merupakan pengangguran jadi TPT Jawa Timur menurun 0,66 poin dibanding Februari 2025,” jelasnya.
Nurul menyebut, angka lulusan universitas memiliki TPT yang paling tinggi di Jatim sebesar 6,04 persen disusul lulusan SMA yang menyumbang 5,75 persen.
Lulusan D4, S1, S2 dan S3 menunjukkan penurunan dari 2,22 juta orang menjadi 1,90 juta orang pada Februari 2026 dibanding periode yang sama tahun lalu.
“Sementara untuk jenjang pendidikan SMK dan D4, S1, S2, dan S3 menunjukkan penurunan pada Februari 2025 sampai Februari 2026,” ungkapnya. (wld/saf/ham)
NOW ON AIR SSFM 100

