Tempong Sri Dewi menyampaikan permintaan maaf kepada warga dan pihak-pihak yang terdampak ledakan LPG di outletnya di kawasan San Antonio, Surabaya, Selasa (6/10/2026).
Pernyataan tersebut diunggah melalui laman media sosial Tempong Sri Dewi pada Selasa malam.
“Segenap manajemen dan keluarga besar Tempong Sri Dewi ingin menyampaikan permintaan maaf dari lubuk hati yang paling dalam, atas segala dampak dan kesulitan yang timbul akibat kejadian hari ini di area outlet Tempong Sri Dewi San Antonio – Pakuwon City,” tulis manajemen.
Manajemen Tempong Sri Dewi juga menyampaikan keprihatinan dan simpati kepada warga serta masyarakat yang terdampak peristiwa tersebut.
“Kami memahami bahwa kejadian ini telah menimbulkan kekhawatiran, kerugian, serta ketidaknyamanan bagi banyak pihak, khususnya para tetangga dan masyarakat yang berada di sekitar lokasi,” lanjut pernyataan tersebut.
Tempong Sri Dewi menyatakan tengah berupaya menghubungi pihak-pihak yang terlibat dan mengupayakan penyelesaian atas kejadian tersebut.
“Kami juga berharap kondisi di sekitar lokasi dapat segera kembali aman, tenang, dan pulih seperti sediakala,” tulisnya.
Sementara itu, polisi masih melakukan penyelidikan untuk memastikan penyebab ledakan yang terjadi di ruko rumah makan tersebut.
Kompol Sukris Tri Hartanto Kepala Seksi Identifikasi Ditreskrimum Polda Jatim mengatakan, olah tempat kejadian perkara (TKP) selesai dilakukan sekitar pukul 13.28 WIB.
“Kami dari tim penyidik Satreskrim Polrestabes Surabaya dari Sie Ident Ditreskrimum Polda Jatim, Ur Ident Satreskrim Polrestabes Surabaya, dan Bidlabfor Polda Jatim selesai melaksanakan olah TKP dugaan terjadinya ledakan di ruko tepatnya pertokoan San Antonio, Kelurahan Kalisari, Kecamatan Mulyorejo, Surabaya,” katanya.
Dari hasil olah TKP, polisi menyita satu tabung gas LPG 50 kilogram lengkap dengan perangkatnya. Selain itu, polisi mengamankan beberapa kompor gas satu tungku dan satu kipas angin.
“(Tabung gasnya) satu,” tegas Sukris.
Tabung LPG tersebut ditemukan di bagian belakang ruko, tepatnya di area dapur lantai satu.
Sukris mengatakan dugaan penyebab ledakan masih dianalisis oleh Tim Bidang Laboratorium Forensik (Labfor) Polda Jawa Timur. Polisi belum menyimpulkan penyebab pasti kejadian tersebut.
Ledakan LPG itu sendiri terjadi pada Selasa sekitar pukul 07.42 WIB di ruko restoran kawasan Perumahan San Antonio, Mulyorejo, Surabaya.
Akibat kejadian tersebut, sejumlah bangunan ruko di sekitar lokasi mengalami kerusakan. Kendaraan yang berada di depan ruko, termasuk mobil dan sepeda motor, juga dilaporkan mengalami kerusakan. (saf/ipg)











