Untuk Nela, pengembangan difokuskan pada mikrokontroler yang memiliki kemampuan mengendalikan motor BLDC secara lebih presisi. Teknologi tersebut memungkinkan tim mengatur putaran motor secara lebih optimal untuk mendukung efisiensi kendaraan.
Pengurangan bobot juga menjadi perhatian. Rangka Nela berhasil ditekan hingga 72 kilogram.
Sementara pada Bela, tim melakukan pembaruan drivetrain dan optimalisasi konstruksi engine. Serangkaian pengembangan itu dilakukan untuk menjaga performa sekaligus meningkatkan efisiensi kendaraan.
Hasilnya, bobot Bela dapat diturunkan menjadi 86 kilogram.
Sebelum berlaga di Jember, kedua kendaraan menjalani sejumlah pengujian di Sirkuit Gelora Bung Tomo, Surabaya. Uji coba tersebut menjadi bagian dari persiapan tim untuk menghadapi kondisi perlombaan.

NOW ON AIR SSFM 100

